Haedar Resmikan SD Islam Kreatif Muhammadiyah Pangalengan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 05 Agustus 2019 09:35 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANDUNG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan SD Islam Kreatif Muhammadiyah Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Ahad, (4/8).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini, Ketua PWM Jawa Barat Syuhada, Sekretaris PWM Jawa Barat Jamzam, Ketua PDM Bandung Usep Sudrajat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Pendididikan, dan Camat Pangalengan.

Haedar menyampaikan, apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Daerah Jawa Barat terhadap pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Barat. PP Muhammadiyah juga mengapresiasi komitmen dan kontribusi Ketua PDM yang telah menghibahkan lahan dan bangunan SDIK.

Dalam kesempatan itu Haedar juga menyampaikan perkembangan pendidikan Muhammadiyah di luar negeri seperti di Australia dan Malaysia, termasuk TK Aisyiah di Mesir.

“Semua ini dilakukan untuk mewujudkan umat Islam dan bangsa Indonesia sebagai umat yang terbaik (khairu ummah). Salah satu ciri umat terbaik ini adalah bersikap moderat/tengahan (washatiyah) dan saling membantu (taawun). Tidak ekstrem dalam kehidupan beragama dan berbangsa,” ucap Haedar.\

Muhammadiyah, kata Haedar, hadir dan diterima di daerah-daerah terpencil, termasuk di wilayah mayoritas non-Muslim di Papua, Kupang, dan NTT. Bahkan, ada non-Muslim di Sorong yang memberikan sebidang tanahnya yang luas untuk kepentingan pendidikan Muhammadiyah.

Haedar berpesan agar proses pendidikan membentuk karakter anak yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Sekolah-sekolah Muhammadiyah telah banyak melahirkan para pemimpin dan tokoh bangsa. Hal ini menjadi tantangan, apakah lembaga kita sekarang bisa melampaui capaian itu atau malah mundur. Ini merupakan bentuk dakwah Muhammadiyah di dunia pendidikan.

Sementara Ketua PDM Kabupaten Bandung Usep Sudrajat, mengatakan, pembangunan SDIK Muhammadiyah ini bersumber dari biaya pribadi keluarganya. Tanah dan bangunannya akan dihibahkan sehingga menjadi aset Persyarikatan. Inspirasi pendirian sekolah ini adalah kepeloporan dan keteladanan tokoh Muhammadiyah seperti KH Ahmad Dahlan, Jenderal Sudirman, Ir Juanda, Ki Bagus Hadikusumo, dan lain-lain. “

Muhammadiyah perlu membuat sekolah yang bagus dan kreatif sehingga masyarakat berbondong-bondong menyekolahkan nya anak ke Muhammadiyah. Lulusannya diharapkan punya kompetensi tinggi, menguasai ilmu agama dan ilmu duniawi,” ujarnya.

Sumber: SM

Shared:
Shared:
1