SMK Sultanah Asma Malaysia Bersinergi dengan SMP Muhammadiyah 3 Depok Hadapi Tantangan Revolusi Industri

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 02 Agustus 2019 13:41 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN – SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman (Mugadeta) menerima kunjungan Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Sultanah Asma Malaysia dalam Internasional Sister School Programme "Benchmarking Education in Industrial Revolution 4.0" , Jum’at (2/8).

SMP Mugadeta yang terletak di Komplek Pendidikan Kolombo dalam kegiatan ini juga bekerjasama dengan SD Muhammadiyah Kolombo dan SMA Kolombo.

Hasanudin, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, merasa bersyukur karena bisa menerima rombongan tamu dari SMK Sultanah Asma Malaysia.

“Rasa syukur dan kebanggan kami menerima SMK Sultanah  Asma, jadi kami satu komplek dengan SD Muhammadiyah Kolombo dan SMA Kolombo, sehingga tamu kami juga tamu SD Muhammadiyah Kolombo dan SMA Kolombo,” kata Hasanudin.

Ia juga mengatakan pelaksanaan jejaring antar bangsa ini sudah enam tahun terjalin maka pihak sekolah juga ingin ada rasa memiliki antara  SD Muhammadiyah Kolombo atau SMA Kolombo.

“Kedepannya kita bisa melakukan kebaikan-kebaikan dan hal positif yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Semoga jalinan antar bangsa ini bukan yang terakhir, dan semoga kita juga bisa berkunjung ke Malaysia,” ungkap Hasanudin.

Hasanudin juga sempat menembangkan lagu Malaysia dalam sambutannya. Hal itu sebagai wujud rasa syukur karena kerjasama yang sudah terjalin cukup lama.

Puan Zurina binti Abdul Hamid, Pengetua SMK Sultanah Asma Malaysia mengatakan bahwa selama pertemuan dan komunikasi yang terjalin selama enam tahun ini mereka sangat berterimakasih dengan pelayanan yang diberikan oleh SMP Mugadeta.

“Semua anak-anak berjumlah 19 orang. Kami semua pelajarnya perempuan semua tak ada lelakinya. Sebenernya program ini membuka ruang pada pihak kami terutamanya SMP Mugadeta,” kata dia.

Menurutnya dengan adanya program ini dapat saling bertukar program dan pemikiran dalam pendidikan. “Kita bertukar-tukar maklumat mengenai apa-apa yang baik. Sebab Muhammadiyah di satu sekolah yang besar, sebab sekarang saya ini tertarik dengan Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Suwadi mengatakan dengan adanya kunjungan ini mengingatkan lagi bahwa saat ini dunia telah dilanda revolusi industri 4.0.

“Sekarang itu sudah tidak lagi kecerdasan asli tapi kecerdasan buatan. Nah itu menggugah kita untuk berbenah termasuk sekolah-sekolah,” ucapnya.

Tantangan kedepan semakin berat,Suwadi melanjutkan, bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah dengan kunjungan ini bahwa sekolah Muhammadiyah telah bergerak menuju ke internasional.

“Kami juga merasa kuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah Muhammadiyah dan membangun jaringan yang kuat hubungan yang saling menguntungkan antara berbagai lembaga di Indonesia maupun di Malaysia,” jelasnya.

Ia berharap nantinya kunjungan ini dapat memberi dampak positif bagi masing-masing sekolah dan menjalin kerjasama yang lebih erat lagi. (Syifa)

Shared:
Shared:
1