Wagub Jateng: Muhammadiyah Pemersatu Umat Islam dan Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 31 Juli 2019 22:17 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SURAKARTA-- Serukan persatuan, Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen berharap dengan dilaksanakan Muktamar ke-48 oleh Muhammadiyah menjadi tanda pemersatu umat Islam dan bangsa Indonesia dalam melewati tantangan nya kedepan.

Harapan tersebut Ia sampaikan ketika mewakili Gubernur Jateng dalam sambutan di acara Soft Launching Logo Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah  ke 48 di Halaman Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu (31/7).

Menurutnya, Jateng sebagai provinsi istimewa yang dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kental dengan sejarah tonggak awal organisasi pergerakan dan sebagai tempat tumbuh suburnya. Sejak zaman dahulu, Jateng juga memiliki magnet kuat dan pembentuk kokohan kesatuan NKRI.

"Biasanya organisasi pergerakan yang melakukan musyawarah di Jateng akan memicu kemajuan secara nasional,” ungkapnya.

Putra Ulama Karismatik Nahdlatul Ulama (NU), Maimoen Zubir ini menekankan bahwa, Muhammadiyah sebagai organisasi yang sudah bersekala nasional. Maka seusai melaksanakan Muktamar di Solo akan menjadi organisasi yang bersekala Internasional.

Mengulas sejarah persatuan umat Islam di Indonesia, Gus Yasin mengatakan, Muhammadiyah dan NU sebagai dua sayap pemersatu yang menerbangkan Indonesia sejak zaman penjajahan atau kolonial sampai era revolusi industri 4.0. Sebagai tanggungjawab atas sejarah nya, maka tugas untuk persatuan umat dan bangsa sudah menjadi tugas pokok kedua organisasi Islam terbesar ini.

Sejarah manis tersebut diharapkan bisa terulang setelah dilaksanakannya Muktamar Muhammadiyah ini, bukan lagi persatuan dalam konteks ke Indonesia-an, melainkan pemersatu dalam konteks yang lebih luas, seperti tema yang dipilih oleh Muhammadiyah pada Muktamar nya yang ke-48, "Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta". (a'n)

Shared:
Shared:
1