Kunjungi Musade Sleman, Malik Fadjar Sampaikan Tiga Pokok Pendidikan yang Berkemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 31 Juli 2019 12:35 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN—Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia, Prof Malik Fadjar dalam kunjungannya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 1 Depok (Musade), Sleman, Selasa (30/7) kemarin. Menyerukan agar pendidikan selalu disegarkan dan kontekstual sesuai zaman.

Di hadapan civitas akademika Musade, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan tiga pokok terkait dengan pendidikan berkemajuan. Menurutnya, dunia yang dijalani oleh murid sekarang berbeda dengan murid zaman dahulu. Sehingga untuk menyiapkan mereka diperlukan penyegaran pada pendidikan yang mereka jalani. Untuk yang pertama, Malik Fadjar mensyaratkan bahwa, pendidikan sejatinya adalah berbicara kehidupan.

Mendikbud era Presiden Megawati ini menjelaskan, pendidikan yang dimaksudnya adalah yang senantiasa hidup, bergairah, memiliki tujuan yang jelas dan selalu dinamis. Hal ini diperlukan sebagai upaya solutif untuk dunia yang akan dihadapi peserta didik sekarang. Selain itu, sebagai wadah pembentukan manusia-manusia Indonesia pendidikan diharapkan selalu kontekstual dengan pergerakan zaman.

Kedua, pendidikan harus menghadirkan kenyamanan, menyenangkan dan mencerahkan dalam setiap aktivitas belajar-mengajarnya. Karena jika menginginkan perubahan peradaban, harus dimulai dari proses pembelajaran yang inspiratif dan menyenangkan. Karena proses belajar adalah usaha memanusiakan manusia, bukan sebagai tempat mencetak robot atau pekerja semata.

Selanjutnya adalah terkait dengan pengembangan sekolah. Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini berpesan kepada sekolah untuk memiliki tiga hal, yakni image building, trust building dan institutional building. Ketiga elemen tersebut sebagai kunci dalam pembangunan dan pengelolaan sekolah supaya tetap stabil dan berkemajuan. Secara khusus Malik Fadjar berpesan kepada civitas akademik Musade untuk selalu menjadi uswah hasanah yang keberadaanya mampu memberikan pencerahan kepada dunia pendidikan di Muhammadiyah dan Indonesia pada umumnya.

Kehadiran Malik Fadjar di Musade menjadi satu rangkaian sejarah keberhasilan Musade hinga seperti saat ini. Tepatnya pada tahun 2009 ketika Musade mengalami permasalahan yang mengarah hampir sampai pada penutupan sekolah. Kehadiran Malik Fadjar ketika itu mampu menyuluh semangat melalui bimbingan, arahan serta success story yang ia berikan kepada pemerhati dan pengerak pendidikan di Sleman, khususnya di kecamatan Depok.

 

Shared:
Shared:
1