Sosialiasi Darul Ahdi Wasy Syahadah Harus Menjadi Materi Dakwah Dai Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 28 Juli 2019 20:42 WIB

SEMARANG, MUHAMMADIYAH.OR.ID — Muhammmadiyah dan Pemerintah kembali bersinergi menyosialisasikan Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi  Wasy Syahadah (DAWS), Sabtu (27/7/2019). Mengambil tema Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi  Wasy Syahadah bagi Dai Muhammadiyah acara ini digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang.

Diikuti para dai Muhammadiyah se-Jawa Tengah. Hadir dan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan, Samsudi Rahardjo, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang.

Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah Faozan Amar, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang merupakan tindak lanjut MoU PP Muhammadiyah dengan Menko PMK dan kerjasama dengan majelis, Lembaga, ortom, AUM dan elemen lain di kalangan Muhamadiyah.

Tahun 2018 telah berlangsung sebanyak 13 kegiatan. Sementara tahun ini direncanakan dilaksanakan sebanyak 14 kegiatan. Fokus kali ini diharapkan DAWS bisa menjadi referensi para dai Muhammadiyah dalam berdakwah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada kementerian kordinator PMK beserta jajaran dan terkhusus kepada Menko PMK Puan Maharani atas kerjasama kegiatan ini.

Dikatakan Mu’ti, tema yang diusung dalam Muktamar Muktamar ke-47 tahun 2015 ini mempertegas bahwa Muhammadiyah tidak bisa lepas dari tanggung jawab sejarah Indonesia. “Banyak tokoh Muhammadiyah hadir dalam sejarah bangsa Indonesia. Ki bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, Abdul Kahar Muzakir, bahkan presiden RI pertama, Soekarno. Fatmawati, ibu negara pertama adalah kader Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah”, ujarnya.

“Bahkan Dalam sejarah TNI, panglima jenderal Soedirman merupakan tokoh Hizbul Wathon. Dan banyak lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mu’ti mengatakan Muhammadiyah harus ikut bertanggung jawab bagi masa depan Republik Indonesia. Bagi Muhammadiyah, Negara Pancasila tidak hanya ideal dan Islami, tetapi juga merupakan darul ahdi wasy syahadah.

Karenanya muhammadiyah perlu mengambil peran-peran partisipatif dan melakukan Gerakan yang sesuai tuntunan al-Quran dan Sunah serta kepribadian Muhammadiyah untuk bisa mewujudkan negara Indonesia dalam rangka menciptakan baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur.

Shared:
Shared:
1