Peduli Peternak, MPM PP Muhammadiyah Dorong Pembentukan Jama’ah Ternak Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 06 Juli 2019 09:44 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Menurunnya harga ayam di tingkat peternak jauh dibawah harga pokok produksi (HPP) sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan kerugian hingga Rp. 700 milliar sampai 1 triliun. Seperti ditaksir oleh Parjuni (Ketua Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia) khususnya di Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta.

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai, menurunya harga ayam sangat merugikan peternak rakyat dimana dia harus bersaing dengan peternak lain dari perusahan-perusahaan besar.

“Hal ini tentu menjadi kajian dan perhatian kami, apalagi peternakan adalah salah satu bagian pemberdayaan yang dilakukan MPM PP Muhammadiyah,” ungkap Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin di sela Diskusi Rutin Pemberdayaan Masyarakat di Gedoeng Muhammadiyah, pada Jumat (5/7).

M. Nurul Yamin menyebut, setidaknya ada dua hal yang menjadi catatan MPM PP Muhammadiyah dalam mengatasi persoalan tersebut agar tidak terus-menerus menggilas peternak rakyat.

Pertama,MPM PP Muhammadiyah meminta pemerintah mengkaji ulang terkiat dengan regulasi-regulasi yang mengatur tentang peternakan dan perdagangan ayam ini, sehingga keberpihakan terhadap peternakan rakyat khususnya peternak unggas bisa dilindungi.

“Karena betapapun bagaimana mayoritas dari perdagangan peternak rakyat cukup besar jumlahnya,” sebut M. Nurul Yamin

Kedua,MPM PP Muhammadiyah mengajak peternak untuk bersinergi membangun komunitas atau kelompok, yang dalam bahasa MPM disebut ‘Jamaah Ternak Muhammadiyah’. Hal ini bahkan sudah dimulai oleh MPM PP Muhammadiyah dalam pendampingan jamaah ternak Muhammadiyah di Klaten, Jawa Tengah.

Disebutkan pula oleh Dosen Pasca Sarjana Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY) adanya jamaah ternak Muhamamdiyah sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan pangan yang senapas-seperjuangan dalam misi MPM PP Muhammadiyah dalam pengentasan kemiskinan dan jihad meneggakkan kedaulatan pangan.

“Melalui jamaah ternak inilah peternak bisa bersinergi dan mencoba membangun sebuah alternatif perdagangan, walaupun skala kecil tetapi punya kemandirian tersendiri,” kata M. Nurul Yamin.

Selain membentuk jamaah ternak Muhammadiyah, MPM PP Muhammadiyah juga berharap peternak membuat terobosan misalnya dengan Bronik (boiler organik), yaitu sistem peternakan ayam boiler dengan menggunakan pakan ramah lingkungan sebagai alternatif.

“Harapannya itu menjadi brand tersendiri nantinya bagi jamaah ternak Muhammadiyah dampingan MPM PP Muhammadiyah, sehingga menjadi positioning(posisi pasar) tersendiri lewat produk unggulan berupa Bronik (boiler organik) dengan pakan organik yang mudah didapat dilingkungan masing-masing,” harap M Nurul Yamin.

Sementara dalam diskusinya yang menggurai tema “Telisik Kartel Peternakan Ayam” MPM PP Muhammadiyah turut menghadirkan Bambang Suwignyo (MPM PP Muhammadiyah/Dosen Fakultas Peternakan UGM) dan Parjuni (Ketua Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia Jawa Tengah). (Andi)

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1