Muhammadiyah dan Gerakan Kemanusiaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 30 Juni 2019 12:49 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Direktur Utama Lembaga Amil Zakat dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Hilman Latief merasa bangga menyaksikan setiap lini pada setiap lembaga di Muhammadiyah terus sibuk bergerak dengan semangat universal kemanusiaan.

"Teman-teman semua bergerak di momen yang sama. Semua lini bergerak ingin memastikan bahwa kerja organisasi berjalan dengan baik. Semua ingin memastikan tidak adanya penyelewengan, tercapainya target kerja kemanusiaan yang sudah kita tentukan sejak tahun lalu, semua ingin disiplin, professional dan tepat waktu," kagum Hilman.

Rasa bangga Hilman tersebut muncul terutama ketika Sabtu (29/6), di tempat berbeda tiga lembaga kemanusiaan Muhammadiyah (Muhammadiyah Aid, TRRM, dan Lazismu) dalam satu visi semangat kemanusiaan melakukan koordinasi lebih lanjut dalam meneguhkan peran kemanusiaan Persyarikatan Muhammadiyah yang selama ini telah berjalan baik di pelosok negeri hingga di dunia internasional.

Muhammadiyah Aid adalah tim ad hoc  PP Muhammadiyah yang terdiri dari berbagai majelis dan lembaga. Tugas Muhammadiyah Aid adalah memastikan berbagai program kemanusiaan Muhammadiyah di luar negeri bisa berjalan lancar, seperti kegiatan kemanusiaan di Bangladesh, Myanmar (Rakhine State), Palestina, Filippina dan lain sebagainya denga supervisi Ketua PP Muhammadiyah Prof. Bahtiar Effendy dan H.E. Hajriyanto Y. Thohari II.

Selain Muhammadiyah Aid, di waktu yang sama TRRM (Tim Rekonstruksi dan Rehabilitasi Muhammadiyah) sebagai tim ad hoc untuk skala lokal dengan supervisi Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman juga melakukan koordinasi guna memastikan bahwa proses penyaluran dana rekonstruksi dan rehabilitasi yang membutuhkan waktu satu-dua tahun ke depan dapat dikawal dengan baik, khususnya di daerah terimbas bencana Palu dan Lombok.

"Masih banyak fasilitas publik dan rumah warga yang belum direkonstruksi dan tentu saja normalisasi kehidupan dibutuhkan melalui rehabilitasi di bidang sosial dan ekonomi. Kita ingin memastikan bahwa uang bantuan masyarakat bisa tersalur dengan baik dan tidak salah sasaran," ungkap Hilman.

Selain TRRM dan Muhammadiyah Aid, Lazismu juga melakukan Rapat Pleno bersama tim Badan Pengawas (Keuangan) pimpinan Akhyar Adnan, PhD, tim Dewan Syariah pimpinan Dr. Hamim Ilyas, dan tim Badan Pengurus Lazismu. di Yogyakarta, Sabtu (29/6).

Lazismu melakulan evaluasi capaian, kemajuan penyaluran dana, kemitraan, termasuk proses audit internal dan eksternal, baik untuk dana ZIS maupun dana kemanusiaan. Lazismu berperan sebagai penggalang dana dan disalurkan untuk program  juga diantaranya melalui MuhAid dan TRRM.

"Saya kira Inilah semangat kemanusiaan yang harus kami pelihara terus, jangan sampai padam dan redup oleh hiruk pikuk politik di Indonesia. Saya juga berharap, teman-teman sehat semua. Mbak Rahmawati Husein (MDMC) pun yang baru tiba dari Jenewa mewakili Indonesia dalam forum kemanusiaan  langsung bergabung di Menteng dan ikut rapat Muhammadiyah Aid. Begitu juga dengan Ketua MPKU mas Agus Syamsuddin yang baru tiba dari Paris selepas menjadi pembicara dalam forum SDGs bidang kesehatan ikut mendukung.  Semoga kita semua konsisten bekerja untuk sosial kemanusiaan karena fisik dan visi kita yang terjaga," tutup Hilman.

Shared:
Shared:
1