Haedar Hadiri Syawalan dan Resmikan Universitas Residence UMSB

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 29 Juni 2019 14:01 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PADANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, hadiri Silaturahim dan peresmian Universitas Residence UMSB sekaligus Launching dan bedah buku “Muhammadiyah di Bawah Tekanan” di Convention Hall UMSB, Sabtu (29/6).

Haedar dalam tausyiahnya menyampaikan, silaturahim merupakan suatu bentuk budaya yang perlu disebarluaskan. Tidak hanya dengan latar belakang agama, tetapi juga sosial kemasyarakatan.

“Islam mengajarkan makna silaturahim secara khusus ialah mempertautkan atau menjadikan masyarakat kembali bersaudara. Silaturahim berarti mencari persamaan di atas perbedaan,” jelas Haedar.

Dalam kesempatan itu Haedar turut menyerukan untuk kembali merajut silaturahim dan merukunkan kembali keretakan kohesivitas ukhuwah akibat perbedaan pilihan pasca sidang MK.

“Begitu Hakim MK selesai ketuk palu, kita tutup buku tidak ada lagi 01dan 02, mari kita rajut kembali ukhuwah,” tegasnya.

Haedar juga mengutarakan, sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 106 tahun silam, Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia. Muhammadiyah bisa besar dan bertahan hingga abad kedua ini karena lima kekuatan yang dimilikinya.

Lima kekuatan Muhammadiyah tersebut adalah prinsip gerakan, sumber daya manusa (SDM), sistem organisasi, kiprah amal usaha, dan dakwah.

“Prinsip gerakan Muhammadiyah itu adalah Islam berkemajuan yang mencerahkan keadaban bangsa dan ini sudah masuk ke seluruh aspek kehidupan warga Muhammadiyah,” ujar Haedar.

Terkait UMSB, Haedar berharap tahun ini dapat mencapai jumlah mahasiswa 5000 orang.

“PP Muhammadiyah optimis akan ada peningkatan jumlah mahasiswa untuk tahun mendatang bagi UMSB,” ucap Haedar.

 

 

 

Shared:
Shared:
1