Muhammadiyah Kuala Lumpur Pulangkan Tiga Anak WNI Terlantar di Malaysia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 28 Juni 2019 15:12 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, MALAYSIA — Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kampung Baru, Kuala Lumpur Malaysia berhasil memulangkan tiga anak Warga Negara Indonesia (WNI) terlantar di Malaysia ke daerah asalnya, Medan, Sumatera Utara.

Tiga anak tersebut adalah Kaisah (9), Aliyah (8), dan Logo (4) yang sebelumnya dirawat beberapa hari oleh Sekretaris PRIM Kampung Baru, Khoirur Rozikin. Hal tersebut terjadi lantaran Ibu mereka, Wenty Lestari diamankan oleh pihak Imigrasi Malaysia karena melanggar izin tinggal.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Darsun, Warga Muhammadiyah yang tinggal di Kampung Baru. Darsun menuturkan, Wenty beserta ketiga anaknya selama ini tingal di Malaysia secara ilegal. Pasca mengetahui penangakapan yang dilakukan oleh Imigrasi Malaysia terhadap Wanty, Khoirur Rozikin mengambil inisiatif untuk merawat ketiga anak malang tersebut.

“Selama dalam penjagaan Pak Khoirur, ketiga anak tersebut sangat gembira karena mereka bisa berbaur dengan anak-anak seusianya sambil belajar mengaji di Taman Pendidikan AL Qur’an (TPA) Ar Rehlah Kampung Baru.” Urai Darsun dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat (28/9).

Dalam merawat ketiga anak tersebut, Sekretaris PRIM Kampung Baru tersesut menyediakan keperluan mulai dari makanan, pakaian dan tempat tingal dengan merogoh koceknya sendiri. Karena demi merawat ketiga anak tersebut, ia sampai rela tidak mudik kekampung halamannya di Lamongan, Jawa Timur.

Setelah kurang lebih berusaha selama satu bulan, akhirnya Khoiruru Rozikin dan keluarga Muhammadiyah menemukan titik terang. Tepatnya ketika acara Buka Bersama yang diselenggarakan di Rumah Dakwah Pimpinan Cabang Istimewah Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, yang saat itu hadir Mokhammad Farid Makruf, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, serta dijembatani oleh Sonny Zulhuda Ketua PCIM Malaysia, ketiga anak WNI tersebut berhasil ditemukan dengan Atdikbud untuk ditemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.

Kemudian pada Rabu (26/9), ditemani beberapa Jajaran Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Malaysia ketiga anak tersebut berhasil dipulangkan melalui Konselur KBRI Kuala Lumpur. Sebelum pemulangan, dilakukan acara perpisahan dengan PRIM Kampung Baru.

Hal ini disambut lega oleh Khoirur Rozikin dan keluarga besar PRIM Kampung Baru dengan mengalang dana yang berasal dari PRIM, LazisMu, Kokam dan paguyuban yang berada di bawah naungan PCIM Malaysia. Dari galang dana tersebut berhasil terkumpul senilai Rp. 8.000.000 untuk diserahkan kekeluarga.

“Atas nama PRIM Kampung Baru dan ketiga anak-anak tersebut kami mohon maaf kalau selama ini ada kesalahan. Hanya Allah yang membalas kebaikan bapak ibu semua, dan semoga ketiga anak ini menjadi sholeh dan sholehah,” tutup Khoirur Rozikin. (a'n)

Shared:
Shared:
1