Kader IMM Harus Berkarakter Kuat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 28 Juni 2019 14:35 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, TASIKMALAYA -  Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Tasikmalaya menyelenggarakan Latihan Instruktur Dasar (LID) Nasional dengan tema “Pengaruh Diskursus Kader IMM Terhadap Tantangan Global dalam Mewujudkan PerkaderanYang Massif” di Graha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) pada 27-30 Juni 2019. Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta dari perwakilan PC dan PD IMM se-Indonesia.

Rektor Umtas Ahmad Qonit dalam sambutannya mengatakan, mars IMM tak boleh sekadar dinyanyikan, tapi harus direnungkan untuk kemudian direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Ada beberapa hal yang harus dinomor-wahidkan oleh IMM, yaitu: akhlaq, IPK, komunikasi, dan kepekaan sosial. Semua poin tersebut harus terrepresentasi pada seorang kader IMM. Akhlaq yang dilandasi iman dan taqwanya harus bagus, IPKnya harus bagus, komunikasinya harus bagus, dan kepekaan sosialnya juga harus bagus. Kenapa? Karena seorang kader IMM adalah calon pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, era yang tidak menentu pada saat ini harus dihadapi dengan karakter yang kuat. Seorang kader IMM hendaknya kuat menghadapi kondisi apapun dalam segala cuaca.

“Islam telah menyiapkan kita sebagai khairu ummah. Umtas sebagai PTM memiliki orientasi untuk menyiapkan pemimpin masa depan. IMM merupakan bagian dari ini. Seluruh  mahasiswa Umtas harus “mengerti” IMM, untuk kemudian meresapi nilai-nilainya. Seluruh pimpinan dan juga para dosen juga hendaknya memahami, bahwa IMM adalah kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa,” katanya.

Kemudian ia mengatakan, IMM sebagai kader dakwah harus mencitrakan nilai-nilai dakwah. Menurutnya, setiap immawan dan immawati harus memberikan contoh yang baik, maka harus selalu terdepan dalam segala hal, termasuk terdepan dalam shaf salat.

“Pesan untuk seluruh kader IMM adalah amankan waktu salat. Lima waktu tak boleh ada yang kesiangan. Jika menjaga salat berjamaah di masjid saja susah, jangan harap yang lain-lain akan mudah,” tuturnya.

Turut hadir Wali Kota Tasikmalaya yang diwakili oleh Disbudparpora Kota Tasikmalaya, PDM, PDA, dan ortom lain di lingkungan Kota Tasikmalaya, serta IMM dari tingkat cabang, wilayah, dan pusat. (nisa)

Sumber: Hidayah

 

Shared:
Shared:
1