Melince Magai: Di Timika UMM Paling Dikenal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 08 Februari 2011 12:30 WIB
Melince Magai

Malang- Mahasiswa asal Timika, Papua, Melince Magai mengaku terkesima ketika pertama kali menginjakkan kaki di kampus UMM tahun 2006. Melince yang akhirnya memilih jurusan Ilmu Pemerintahan itu sejak lama memimpikan bisa kuliah di UMM.

Itu karena kakak kelasnya sering menceritakan tentang kehebatan UMM. Di Timika, katanya, UMM adalah kampus paling dikenal.

“Saya betul-betul penasaran. Sampai akhirnya saya lulus SMA dan melihat iklan UMM di televisi. Saya langsung meluncur ke Malang sendiri dan memutuskan untuk mendaftarkan diri di UMM,” kisah Melince.
 
Kini Melince sudah dinyatakan lulus dan akan mengikuti wisuda periode Februari ini. Skripsinya tentang strategi pembangunan di Papua mendapatkan pujian dari para pengujinya. Tak heran, mahasiswa yang sudah dua kali mendapatkan hadiah dari pemerintah Timika berupa laptop itu sangat terkesan dengan pelayanan akademik para dosen. “Dosen di sini seperti orang tua sendiri, melayani bimbingan dengan tulus,” katanya.
 
Ketika dia bertemu teman-temannya dari kampus lain, tak jarang Melince mendapatkan pertanyaan soal UMM yang merupakan kampus Islam. “Kan, UMM itu Islam apa bisa kamu diterima dosen dan mahasiswa di sana, tanya teman-teman saya. Saya merasa tidak masalah. Toh dosen dan teman-teman saya di sini sangat akrab tidak membedakan agama,” terang Melince yang beragama Protestan.
 
Usai lulus nanti Melince memiliki rencana untuk melanjutkan studi di Pascasarjana. Hal ini merupakan pilihan yang ditawarkan oleh pemerintah Timika bahwa setelah lulus dipersilahkan memilih kerja di Pemda atau melanjutkan studi. Jika studi, maka Pemda akan memberikan beasiswa atas prestasinya selama studi di UMM. “Saya memilih studi lanjut di Pascasarjana UMM,” katanya.
 

Melince adalah satu dari puluhan mahasiswa UMM asal Papua. Sebagian besar mereka memilih kuliah di FISIP, sebagian lagi di FE dan FH.(umm.ac.id)(mac)

Shared:
Shared:
1