Mahasiswa Australia Tertarik Belajar Isu Lingkungan Melalui MLH PP Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 21 Juni 2019 14:22 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL — Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah melalui Sekretaris Divisi Penyadaran, Pemberdayaan masyarakat dan Advokasi, Heri Setiawan berhasil menarik perhatian lima mahasiswa dari Universitas Curtin, Australia untuk turut belajar dan peduli terhadap lingkungan. Kelima mahasiswa magang tersebut digiring menuju Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan Bantul sebagai Desa Peduli Sampah.

“Kelima mahasiswa yang berasal dari Universitas Curtin, Australia ini akan mendapat materi tentang profil dan konsep Desa Bersih, sehat dan mandiri pada aparatur desa. Melalui pemilihan dan pengolahan sampah dari sumbernya, praktik pembibitan tanaman, pengenalan dan pengembangan usaha berbasis sampah dan pembuaan pupuk kompos,” ungkap Heri melalui rilis yang diterima pada Jum’at (21/6).

Ia menerangkan bahwa tujuan dari kegiatan magang ini meliputi tiga aspek, yakni aspek motivasi peserta untuk membangun kesadaran dan membangkitkan perhatian terhadap permasalahan sampah. Aspek kedua meliputi aspek pengetahuan, yaitu memberikan pengetahuan bagi perserta terhadap pengembagan dan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah.

Selanjutnya, aspek yang ketiga adalah keterampilan sebagai upaya konkrit yang harus dimiliki oleh peserta dalam memilah dan mengolah sampah organik/anorganik serta praktik pembibitan tanaman.

“Pada aspek motivasi, pengetahuan dan keterampilan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan magang ini dengan tertib, dimulai pagi hari hingga sore hari,” tambahnya.

Sekedar informasi, peserta Magang dari Universitas Curtin Australia sebanyak 5 (lima) orang selama seminggu mereka dibawa ke Desa Potorono untuk belajar secara langsung bagaimana model pengelolaan sampah di Desa Potorono tersebut mulai Senin 17 hingga Sabtu 22 Juni 2019 yang dibimbing langsung oleh Heri Setiawan, Haris dan Jumali yang berasal dari MLH PP Muhammadiyah.

Menyambut adanya kegiatan tersebut, Kepala Desa Potorono, Prawata menjelaskan desa yang dipimpinya merupakan desa pertama di Kabupaten Bantuk yang telah mencanangkan sebagai desa peduli sampah yang merupakan sebuha gerakan penjaga kelestarian lingkungan melalui kepedulian terhadap sampah. Kesadaran ini juga bermanfaat bukan hanya dalam hal perbaikan lingkungan, tapi juga bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi warganya.

“Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sarana peningkatan ekonomi selain pula lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tutupnya. (a'n)

Shared:
Shared:
1