Muhammadiyah Harus Bisa Menghadirkan Manfaat dan Rahmat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 17 Juni 2019 09:38 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SAMARINDA – Memanfaatkan Silaturahim Syawal 1440 H, Pimpinan Wilayah Kalimantan Timur turut melakukan penggalangan dana bagi korban bajir yang terjadi di Samarinda. Tercatat sebanyak Rp 25.988.000 terkumpul dan bakal disalurkan bagi korban banjir dalam bentuk makanan, obat-obatan, dan keperluan pengungsi.

Silaturahim Keluarga Besar Muhamamdiyah Kaltim yang berpusat di Gedung Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) pada Sabtu (15/6) mengusung tema “Dengan Silaturahim Kita Perkuat Keutuhan Bangsa”.

Turut hadir pula dalam kegiatan itu M. Goodwil Zubir, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Suyatman Ketua PWM Kaltim, Hadi Mulyadi Wakil Gubernur Kaltim, Masumi Ketua PDM Kota Samarinda serta Jos Soetomo Ketua Forum Kebangsaan Kaltim.

Dalam tausiyahnya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Goodwill Zubir mengingatkan seluruh kader Muhammadiyah Kaltim untuk berubah dan lebih baik lagi, setelah melalui bulan suci ramadan. Dia menyebut, keluarga Muhammadiyah Kaltim harus bisa menghadirkan manfaat, rahmat, dan menciptakan kehidupan berbangsa serta bernegara di Kaltim.

"Kita jadikan momentum untuk perubahan lebih baik setelah bulan puasa. Apabila tidak, kurang berhasil puasa kita ini," kata Goodwill.

Sementara itu, Ketua PWM Kaltim, Suyatman mengatakan Muhammadiyah Kaltim berkomitmen dalam memberikan rahmat untuk masyarakat, pihaknya siap membantu korban bencana banjir yang ada di Samarinda maupun di wilayah lain.

"Muhammadiyah di manapun berada siap membantu saudara yang terkena bencana. Kami ambil bagian di wilayah sendiri (Kaltim)," kata Suyatman.

Pada kesempatan yang sama, Hadi Mulyadi Wakil Gubernur Kaltim mengapresiasi program-program Muhammadiyah Kaltim selama ini. Sebagai insan yang dibesarkan di lingkungan Muhammadiyah, Hadi diajarkan untuk menjalankan agama Islam sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam membantu sesama umat muslim.

"Warga Muhammadiyah diajarkan untuk berempati sesama muslim. Dalam wujud sensitivitas (empati), kapasitas (meningkatkan kemampuan diri), dan kolektivitas (saling membantu)," kata Hadi dalam sambutannya. (Andi)

 

 

Shared:
Shared:
1