Nilai Taqwa sebagai Perangai Umat Muslim

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 06 Juni 2019 09:30 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA –Idulfitri menjadi peringatan penting bagi setiap masyarakat muslim, karena dalam perayaan Idulfitri menandai kemenangan kita setelah satu bulan berpuasa melawan hawa nafsu. Selain itu, momen Idulfitri menjadi salah satu momen kembali merajut tali silaturrahim. 
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa silaturrahim menjadi energi ruhani yang sangat penting. 
 
“Kita boleh punya prestasi apapun didalam organisasi juga untuk bangsa kita bahkan mungkin untuk pribadi-pribadi kita termasuk di dalam keluarga, tetapi kalau keluarga Persyarikatan, umat, dan bangsa kehilangan jiwa silaturrahim dan permaafan saya yakin itu suatu kehilangan yang besar,” kata Haedar dalam Acara Halal Bihalal Keluarga Besar Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (5/6).  
 
Haedar menjelaskan bahwa silaturrahim dalam tradisi dan ajaran Islam secara positif menghubungkan persaudaraan.  
 
“Tetapi hal yang lebih jauh dan mendalam itu bagaimana kita mempertautkan sesuatu yang renggang yang boleh jadi terputus disitulah pentingnya silaturrahim,” jelasnya. 
 
Silaturrahim itu mempertautkan persaudaraan tetapi bukanlah yang biasa saja, Ia melanjutkan bahwa silaturrahim  itu mempertautkan hubungan yang terputus. 
 
Dalam kesempatan itu Haedar turut menjabarkan tiga ciri orang yang bertaqwa yang andai saja itu dapat dilaksanakan semuanya akan menjadi energi ruhani di dalam keluarga maupun masyarakat.
 
Tiga nilai taqwa tersebut diantaranya, bersedekah, menahan amarah, dan memberi maaf. Menurutnya inilah yang seharusnya menjadi perangai umat muslim. (Syifa)
Shared:
Shared:
1