Dai Palestina Anggap Muhammadiyah Sebagai Keluarga

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 27 Mei 2019 22:50 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Mengakhiri program syiar Ramadan dengan da'i-da'i asal Palestina, Lembaga Amil Zakat dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menandainya dengan acara buka bersama dengan para da'i di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Senin (27/5).
 
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Lathief menyampaikan bahwa program syiar Ramadan dengan enam da'i asal Palestina telah berjalan selama 20 hari sejak hari pertama Ramadan 2019/1440 H. Program tersebut merupakan dorongan dan kerjasama antara Pemerintah dan beberapa lembaga swasta.
 
"Acara perpisahan ini dalam rangka membangun wawasan dan kesadaran atas apa yang sedang terjadi di Palestina. Kita sudah diundang MUI, Kemenlu, dan Pak Wapres. Lembaga amil zakat didorong mendukung program amal kemanusiaan di Palestina," ungkap Hilman.
 
Sebanyak enam orang da'i asal Palestina tersebut ditugaskan menjadi imam tarawih dan memberikan wawasan mengenai situasi terbaru di Palestina dalam ceramah bakda tarawih. 
 
"Selama 20 hari itu kami tempatkan di Jawa Timur dua orang, Jawa Tengah tiga orang, dan di wilayah DKI satu orang. Besok mereka sudah kembali ke Palestina," imbuh Hilman.
 
Perwakilan pimpinan da'i asal Palestina Mahmud As-Syakhwa menyampaikan terimakasih kepada Muhammadiyah. Dirinya juga menganggap Muhammadiyah sebagai keluarga.
 
"Palestina dan Muhammadiyah adalah satu keluarga, kita memiliki perasaan yang sama. Sebagai satu keluarga kami mengatakan jangan ragu dalam amar maruf nahi munkar karena keluarga Palestina selalu mendoakan kalian," ungkapnya.
 
Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad berharap kerjasama dengan Palestina dapat berkesinambungan.
 
"Muhammadiyah telah bekerja dalam kerja kemanusiaan untuk Palestina sejak lama, kami berharap kerjasama yang terjalin dapat bermanfaat secara luas," ucapnya. (Afandi)
Shared:
Shared:
1