Haris: Dibutuhkan Saling Percaya dalam Proses Politik dan Demokrasi Ini

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 14 Mei 2019 10:28 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTEN -- Syamsuddin Haris Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI mengatakan bangsa Indonesia sedang berada dalam krisis kepercayaan. Dalam fenomena krisis kepercayaan itu tentu ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkannya.

“Bangsa ini sedang ada dalam posisi tidak percaya satu sama lain, jangan lupa kalau dalam kondisi seperti itu ada yang menikmati apalagi kalau sesama muslim. Apalagi daam urusan militer, jika aparatur sipil tidak percaya satu sama lain itu sangat senang, pengusaha-pengusaha hitam juga senang, kaum oligharki juga senang kalau kita saling terpecah belah saling curiga satu sama lain,” ungkapnya dalam Sesi VI Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di Aula Syafruddin Prawiranegara Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD), Senin (13/5).

Menurutnya, krisis kepercayaan antar-sesama ini juga salah satu warisan kepemimpinan otoriter.

Jika sudah krisis antar-sesama muslim misalnya akan muncul asumsi. “Muncul asumsi, Islam itu tidak bisa memimpin. Bagaimana ketika setelah militer masuk kedalam politik saling curiga diantara bangsa kita semakin dalam. Mudah-mudahan Muhammadiyah tidak ikut terperangkap dalam suasana demikian,” terangnya.

Menanggapi pernyataan Syamsuddin, Phillip J Vermonte, Direktur Eksekutif Centre of Stategic and International Studies (CSIS) justru melihat Muhammadiyah sebagai pemersatu.

“Muhammadiyah membantu negara ya itu semangat Muhammadiyah yang tidak pernah habis, itulah pilar utama banyak negara yang menjadi demokratis lalu maju. Itu bisa terjadi karena masyarakat banyak mengurus dirinya sendiri, di Indonesia orgnisasi Muhammadiyah menjadi satu-satunya yang mampu mengurus dirinya sendiri,” kata Phillip.

Phillip juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah dalam sejarahnya banyak dibentuk oleh entrepreneur. “Justru kegiatan seperti itu yang membuat terjalinnya hubungan antara masyarakat satu sama lain dan meruntuhkan ketidaksaling percayaan satu sama lain,” tegasnya.

Masyarakat harus selalu sadar untuk mengurus dirinya sendiri seperti Muhammadiyah dan dari sana menciptakan rasa saling percaya. “Didalam agama pun kita diajarkan untuk huznudzon satu sama lain,” pungkasnya. (Syifa)

 

 

Shared:
Shared:
1