Dosen UMY Bantu Populerkan Gerakan Shadaqah Sampah Melalui Medsos

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 13 Mei 2019 12:02 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL - Sampah telah menjadi problem yang sangat akut saat ini baik di tingkat global maupun lokal. Sampah anorganik yang tidak bisa diurai perlu penanganan yang menyeluruh dengan pelibatan warga secara partisipatif. Hal inilah yang dilakukan oleh Gerakan Shadaqah Sampah di Kampung Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Warga Muhammadiyah di kampung secara aktif terlibat dalam pengelolaan sampah, dan menjadikan masjid dikelola dengan prinsip ekologis.

Untuk lebih mempopulerkan sedekah sampah, tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kegiatan workshop pengelolaan media sosial dan produksi konten video, pada Sabtu (11/5) di Masjid Al Muharam, Bantul yang menjadi pusat dari Gerakan Shadaqah Sampah.

“Melalui program pengabdian masyarakat ini kami berharap agar Gerakan Shadaqah Sampah yang dilakukan di kampung Brajan bisa dikenal oleh publik secara luas, bahkan global,” jelas ketua tim pengabdian masyarakat, Filosa Gita Sukmono, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UMY seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Senin (13/5).

“Ide tentang sedekah sampah ini bisa menjadi role model bagi pengelolaan sampah di tempat lain, sehingga perlu ada usaha mengenalkannya kepada publik melalui media sosial dan konten video,” tambahnya.

Materi pengelolaan media sosial disampaikan oleh dosen Ilmu Komunikasi UMY, Fajar Junaedi. Dalam materinya, Fajar memberikan panduan tentang pengelolaan media sosial sebagai media promosi sosial. Sedangkan materi konten video disampaikan oleh Budi Dwi Arifianto, koordinator Laboratorium Ilmu Komunikasi UMY.

“Setelah workshop, akan dihasilkan sebuah film tentang profil Gerakan Shadaqah Sampah,” terang Budi.

           

Shared:
Shared:
1