Geliat ‘Aisyiyah dari Pusat Hingga Ranting

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Mei 2019 12:57 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini  mengatakan, organisasi adalah benda mati jika tidak dihidupkan oleh para pimpinannya, sehingga kata kunci dalam geraknya organisasi merujuk pada pimpinannya. Baik pimpinan dari tingkat pusat hingga tingkat bawah.

Hal itu diungkapkan Noordjannah dalam agenda Konsolidasi Nasional PP ‘Aisyiyah bertempat di Ruang Sidang, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Kamis (9/5).

“Tidak henti-hentinya  kita saling menyemangati dan saling mendukung sehingga dari pimpinan atas ke bawah itu  mengarahkan, mendampingi, menemani, memberi jalan keluar, tentu harus dimulai dari kita yang sama-sama,” ungkapnya.

Noordjannah melanjutkan bahwa para Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) harus menguasai peta daerah, kepemimpinan daerah, dan organisasi daerah.

“Tidak boleh satu daerah pun keluar dari teropongan PWA atau pantauan dari PWA, bisa dicoba dengan model cluster . Mana Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) yang bisa dilepas hanya sesekali ditengok, mana PDA yang masih harus dibimbing,” kata Noordjannah.

Dengan cara kita bertemu seperti ini, lanjut Noordjannah, PP ‘Aisyiyah juga mendapat informasi strategis apa saja yang sedang dibuat oleh wilayah yang bisa saja berbeda dan menjadi kekayaan informasi organisasi.

“Jika ada model tempat lain yang bisa direplikasi bisa menjadi sebuah inspirasi dari satu ketempat lain. Maka sekali lagi kekuatan dari pimpinan akan terus mengawal kebersamaan di wilayah masing-masing dengan seluruh majelis dan lembaganya,” imbuhnya.

Noordjannah juga mengarahkan pada konteks strategi daerah PWA sudah harus mengetahui potensi yang dimiliki daerah-daerah kemudian mendorong PDA-nya untuk mengembangkan hal yang menonjol dari daerah masing-masing. (Syifa)

 

Shared:
Shared:
1