SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Terapkan Konsep Pembelajaran Radio Edukasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 08 Mei 2019 14:51 WIB

MUHAMMADIYAH.ID,SURABAYA – SMA Muhammadiyah 10 Surabaya melakukan inovasi baru sistem pembelajaran untuk siswanya yakni dengan radio edukasi yang bisa didengarkan oleh semua siswa baik yang berada di dalam sekolah maupun di luar sekolah secara streaming melalui aplikasi 'SMAX-Radio'.

Pembelajaran Radio Edukasi  Smax-Radio dimana aplikasinya bisa di unduh melalui Google Playstore ini adalah konsep podcast, yakni dua orang guru akan membahas sebuah materi pelajaran secara detail dan luas, serta dibawakan dengan santai dan interaktif.

"Banyak siswa kami yang terdiri dari atlet, seniman, dan musisi dimana banyak melakukan pembelajaran di luar sekolah. Untuk itu melalui sisetem pembelajaran radio edukasi ini dapat memudahkan mereka dalam proses belajar mengajar," jelas Sudarusman, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 10, pada Selasa (7/5).

Sudarusman menambahkan, konsep pembelajaran radio edukasi merupakan pengalihan materi pelajaran yang menarik ke balik meja siaran radio. Dalam hal ini guru bebas mengekspresikan bahan ajar melalui penyampaian verbal yang unik, menarik dan kekinian.

"Tujuan dari sitem pembelajaran ini agar anak-anak bisa senang dalam belajar, selain itu mereka juga bisa belajar secara berkelompok dengan komunikasi yang baik," katanya.

Dalam proses pembelajaran radio edukasi ini, kata Sudarusman juga melibatkan lebih dari satu guru karena tidak menutup kemungkinan antara mata pelajaran satu dan lainnya saling terkait.

"Setiap materi yang disiarkan tentunya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun sebelumnya. Terkadang satu pelajaran dengan pelajaran lainnya saling terkait sehingga, butuh lebih dari satu guru dalam satu kali siaran," jelas Sudarusman.

Sudarusman berharap dengan adanya metode pembelajaran melalui radio edukasi ini, orang tua juga turut mengikuti dan pendengarkan agar terjadi pengawasan dari pihak keluarga dan sekolah terhadap pembelajaran siswa. 

"Pembelajaran radio edukasi melalui aplikasi ‘Smax-Radio’ ini juga bisa mengisi waktu luang siswa yang berada di luar sekolah, daripada bermain game lebih baik gadgetnya digunakan untuk mendengarkan radio edukasi ini," harapnya. 

Tidak hanya mendengarkan, siswa juga akan mendapatkan feedback (baca: respon) secara langsung dengan bertanya melalui chat Whatsaap dan Line Messenger kepada guru. Dan respon akan dijawab secara langsung saat siaran berlangsung. 

Salah satu siswa, Mutiara Eka Bella Aprilianti yang juga penyiar radio edukasi Smax-Radio mengungkapan, pembelajaran radio edukasi ini lebih dan menyenangkan daripada e-learning yang sudah diterapkan sekolah.

"Pembelajaran ini lebih menyenangkan,  karena kalau e-learning kita masih mengerjakan. Kalau ini kami lebih mendengarkan," kata siswa kelas 11 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. 

Bella Aprilianti mengaku menjadi penyiar radio harus mengetahui terlebih dahulu pembelajaran yang akan dibahas, meski begitu tidak menjadi kendala baginya.

Sistem pembelajaran melalui radio edukasi Smax-Radio ini bahkan mendapat penilaian oleh Moch Isa Ansori, Dewan Pendidikan Jawa Timur. Menurutnya, konsep pembelajaran radio edukasi berbasis edukasi kooperatif ini membongkar apa yang disebut pendidikan konvensional menjadi pembelajaran online yang selama ini terjebak oleh ruang.

Saat ini proses pembelajaran menggunakan radio edukasi sudah dicoba untuk pembelajaran Sejarah, Agama Islam, Biologi, dan Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan selama sebulan sebagai tahap awal pengenalan kepada siswa. Dan baru akan diterapkan secara menyeluruh pada semua bidang studi untuk tahun depan ajaran baru. (Andi)

Shared:
Shared:
1