Pondok Pesantren KH Mas Mansur Brebes Gelar Wisuda Santri Penghafal Qur’an

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 06 Mei 2019 12:55 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, BREBES – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) KH. Mansyur Wanasari Kabupaten Brebes pada hari Ahad (5/5) telah mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Auditorium Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.
 
Para santri yang juga merupakan siswa SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari tersebut merupakan angkatan ketiga yang telah berhasil diwisudaoleh Ponpes KH. Mas Mansyur.
 
Muhammad Al-Haddad, Direktur Ponpes menyampaikan dalam sambutannya bahwa Ponpes KH Mas Mansyur yang belum genap 5 tahun ini telah dan akanselalu berusaha menjalankan visi misi Ponpes untuk melahirkan generasi penghafal Alquran.
 
“Alhamdulillah pada tahun ini kami masih istiqomah melahirkangenerasi qurani, dalam kurun waktu tiga tahun santri ponpes kami telah dapat menghafal 5 sampai 10 juz, serta puluhan hadits,” paparnya.
 
Selain itu, Haddad menambahkan bahwa para  santrinya tidak hanya berhasil menghafal Alquran dan Hadits, tetapi juga telah meraih berbagai macam prestasibaik tingkat kecamatan hingga tingkat internasional dibidang ilmu pengetahuan dan bidang olahraga. Seluruh santri yang diwisuda juga telah berhasil diterimadiberbagai sekolah lanjutan atas dan pondok pesantren diantaranya di Yogyakarta dan Banyumas.
 
Dalam prosesi wisuda yang dihadiri oleh para Pimpian Muhammadiyah dari berbagai tingkatan, prosesi ini juga dimeriahkan dengan berbagai macampenampilan seperti drama musical, pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), TapakSuci, Hizbul Wathan, serta tak ketinggalan pengetesan hafalan Alquran para santri oleh para tamu undangan yang hadir dalam prosesi tersebut.
 
Sebagai pamungkas prosesi wisuda diisi dengan agenda Tabligh Akbar oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta, Achmad Muhadjir. Dalam penyampaiannya, Muhadjir berpesan agar para santri terus menempuh pendidikan setinggi-tingginya.
 
“Teruslah menempuh pendidikan setinggi-tingginya, darimulai S1, S2, hingga S3. Kemudian kembalilah pada Muhammadiyah,” ungkapnya.  (Syifa)
 
Sumber : Fatikh
 
Shared:
Shared:
1