LP2 PP Muhammadiyah Tingkatkan Mutu Melalui Buku Ajar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 04 Mei 2019 12:14 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Tersebarnya Pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia yang saat ini berjumlah 255 menjadi perhatian lebih Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk terus meningkatkan mutu pesantren sebagai pusat kaderisasi ulama.

Perhatian itu diwujudkan melalui Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah PP Muhammadiyah dengan melaunching buku ajar pesantren Muhammadiyah, pada Jumat (3/5/2019) di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD).

Launching buku ajar pesantren Muhammadiyah yang dibarengkan dengan training of trainer dari para penulis dan tim penyusun itu dimaksudkan agar pesantren Muhammadiyah mempunyai panduan dan kurikulum yang standar (mimimum).

Dikatakan oleh Maskuri, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah, dilaunchingnya buku ajar pesantren ini menjadi hal yang di tunggu-tunggu oleh para pengelola pesantren. Apalagi hal ini menjadi bagian mandat dari LP2M PP Muhammadiyah sejak lembaga ini ada diperiode Muktamar 47 Makassar.

Maskuri menyebutkan, ada tiga hal yang menjadi tugas LP2 PP Muhammadiyah sejak 2015. Pertama, perlu adanya penelitian dan pengembangan pesantren Muhammadiyah. Kedua, menyusun panduan dan standar pesantren Muhammadiyah. Ketiga, memberi saran kepada PP Muhammadiyah dalam pengembangan pesantren Muhamamdiyah.

“Alhamdulillah melalui proses panjang dari berbagai rakornas, kurikulum dan panduan yang tersusun dalam buku ajar pesanrtren ini terwujud dan telah selesai sejak di susun pada Februari 2018,”ungkapnya.

Maskuri juga berpesan, dengan adanya buku ajar pesantren yang baru saja di lauching menjadi panduan pengajaran yang terintegrasi dari sekolah dengan madrasah.

Senada hal itu, Habib Chirzin, Konsultan Ahli LP2 PP Muhammadiyah mengapresiasi launching buku ajar pesantren Muhammadiyah. Baginya keberhasilan ini merupakan perjalanan Muhammadiyah sebagai long civilization (baca: peradaban panjang) untuk menata batu bata yang subtansial mengenai pendidikan dan lebih khusu lagi buku ajar.

“Lahirnya buku ajar pesantren Muhammadiyah sekaligus modal yang sangat besar yang ditulis sendiri, berdasarkan filsafat kependidikan kita sendiri dan word view kita sendiri berdasarkan cita-cita, matan dan keyakinan serta muqodimah Muhammadiyah tertuang dalam kurikulum ini,”katanya.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini berharap, Pesantren Muhammadiyah punya masa depan. Sehingga pesantren bukan hanya kadersiasasi ulama, tetapi kadersiasi pendidik, persyarikatan,bangsa dan kemanusiaan.

Setelah dilaunching , buku ajar ini akan di Training of trainer (TOT) oleh para penulis untuk mengetahui bagaimana bisa menyajikan praktek mengajar dari buku yang ditulis dengan durasi waktu 20 menit dari masing-masing penulis. Selanjutnya, TOT buku ajar pesantren Muhammadiyah akan disosialisasikan kepada pesantren Muhammadiyah melalui lima zona yaitu, zona Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Jawa Timur dan Luar Jawa. (Andi)

Shared:
Shared:
1