LP2 PP Muhammadiyah Luncurkan Buku Ajar PesantrenMu

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 04 Mei 2019 11:49 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Muhammadiyah memiliki karakter, salah satunya sedikit bicara banyak bekerja. Karakter ini menjadi contoh amal shalih yang berkemajuan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais dalam kegiatan Peluncuran Buku Ajar Pesantren Muhammadiyah oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah bertempat di Islamic Center UAD, Jum’at (3/5).

“Ada pendapat sebuah amal tidak bisa disebut atau tidak bisa dikatakan saling kalau tidak kreatif dan produktif. Atau kalau mau dibalik sebuah amal shalih itu memiliki persyaratan,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, bila ada unsur kebaruan (kreatif) kemudian solutif melihat satu persoalan bukan dari satu sudut pandang saja baru bisa disebut amal.

“Dan kehadiran buku ini betul-betul shalih. Pendekatannya saja futuristik, maka ini menghentikan atau malah suatu tindakan mengacak kemandekan kejumutan tiba-tiba bisa menjadikan buku yang tadinya dianggap sebagai angan-angan. Buku ini juga syarat kreatif yang kedua langsung produktif,” ungkapnya.  

Menyusun buku sempurna adalah sesuatu yang amat sulit. Setelah buku ajar pesantren Muhammadiyah ini disosialisasikan, diterapkan, dan diedarkan maka tugas para penulisnya belum selesai, karena masih harus mencari feed back dari pemakai.

“Materi ajar sesuatu yang sangat penting, tetapi sesungguhnya materi ajar sudah dalam peringkat yang menurun. Sehingga sekarang bisa dipadukan materi ajar dengan pendekatan tajdid sehingga proses berfikir bisa semakin maju,” jelas Dahlan.

“Untuk bahasa perubahannya saya kira tidak terlalu banyak karena kalau kaidah bahasanya sama. Maka ini perbedaan ilmu bahasa dengan ilmu lain yang perkobangannya sangat cepat. Tapi kemudian kita harus berpikir penguasaan keterampilan bahasa bisa lebih cepat dikuasai dan memasukkan cara berpikir kedepan tadi,” jelasnya lagi.

Terakhir Dahlan mengucapkan selamat kepada lembaga pesantren sudah dapat meluncurkan buku ajar pesantren Muhammadiyah.

“Kami sampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan semoga bisa jadi contoh bagi yang lain karena dalam waktu yang singkat bisa menyelesaikan tiga amanah,” pungkasnya. (Syifa)

 

Shared:
Shared:
1