Resmikan Masjid Darul Ulum UHAMKA, Haedar: Jadikan Masjid sebagai Tempat Menyemai Sifat Rahmatan Lil Alamin

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 03 Mei 2019 16:43 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Meresmikan Masjid Darul Ulum Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Pasar Rebo Jakarta Timur, Jumat (3/5) Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan agar warga Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai tempat menyemai sifat rahmatan lil alamin.

Menurut Haedar, pesan itu penting untuk dipahami sebab saat ini terdapat kecenderungan penyempitan Islam bahkan oleh umat muslim sendiri.

"Kehadiran Islam itu multi-aspek dan multi-perpspektif. Banyak yang menyebut yang fundamental itu akidah saja. Padahal akhlak, ibadah, ilmu itu semuanya adalah bagian tak terpisahkan dan fundamental," tuturnya.

"Poinnya, masjid adalah bagian integral dari peradaban. Peradaban bermula dari masjid. Ada dua jenis masjid. Masjid Dhirar yang dibangun oleh orang munafik dan Masjid yang dibangun atas dasar takwa," imbuh Haedar.

Haedar mengajak warga Muhammadiyah untuk reflektif dan berupaya tetap di jalan takwa.

"Meski maknanya masjid Dhirar adalah masjid yang dibangun oleh orang munafik tapi itu juga majas bagi kita bahwa jangan sampai benih-benih kebencian, permusuhan dan kemarahan tumbuh di masjid. Jangan karena subjektif kita, kita tanamkan benih dhirar di masjid ini. Tanggal 6 kita mulai berpuasa. Kita tanamkan benih ketakwaan, yaitu kualitas puncak dari kepribadian seorang muslim," pesannya.

Masjid Darul Ulum UHAMKA

Sementara itu ditemani Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, perwakilan PWM DKI Jakarta, Rektor UHAMKA Gunawan Suryoputro beserta jajaran BPH dan pegawai UHAMKA,  menyebut pembangunan Masjid Darul Ulum adalah langkah representatif dan strategis UHAMKA.

"Pembangunan telah berjalan 16 bulan sejak peletakan batu pertama pada 26 Januari 2018 oleh PT Utama milik UHAMKA. Ini juga sebagai ujicoba swakelola dengan menghabiskan biaya total 11,7 miliar," ungkap Gunawan.

Masjid Darul Ulum dibangun setinggi tiga lantai dengan satu menara. Lantai bawah adalah tempat jamaah pria dengan kapasitas 650 orang jamaah disertai kantor Dewan Kepengurusan Masjid dan kantor Lazismu.

Lantai dua diperuntukkan bagi jamaah perempuan dengan kapasitas 500 orang disertai empat kelas. Sedangkan lantai tiga berupa aula dan lima kelas untuk kegiatan pelatihan dan semisalnya.

"Dilengkapi juga dengan 12 toilet, 2 aula dan total bisa menampung lebih dari seribu jamaah. Semoga ini menjadi awal perkembangan UHAMKA," harap Gunawan. (Afandi)

Shared:
Shared:
1