Haedar: PCIM Malaysia Terbesar dan Solid

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 01 Mei 2019 21:47 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, KUALA LUMPURPimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) bersilaturahim dengan keluarga Persyarikatan Muhammadiyah Kuala Lumpur di Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kampung Baru, Kuala Lumpur, Rabu (1/5/2019).

Kunjungan dilakukan disela-sela menghadiri undangan Kementerian Pendidikan Malaysia terkait rencana pendirian Universitas Muhammadiyah di Malaysia.

Selama satu jam, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir datang bersama rombongan dari Jakarta diantaranya Sekretaris Umum PPM Abdul Mu'ti, Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendi, Ketua Majelis Diktilitbang Lincolin Arsyad, Rektor UM Surabaya Sukadiono, Rektor UM Purwokerto Anjar Nugroho, Rektor UM Kaltim Bambang Setiadji, dan Staf PP Muhammadiyah Hefinal ikut membersamai ketum.

Pertemuan sekitar satu jam itu dipandu oleh Sonny Zulhuda, Ketua PCIM Malaysia. Hadir juga beberapa pengurus PCIM Malaysia.

Haedar Nashir bersyukur dan bangga dengan PCIM Malaysia karena telah punya amal usaha dan 7 Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) serta 5 Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA).

Lebih lanjut, Muhammadiyah, kata Haedar, kekuatannya ada pada persaudaraan. “Muhammadiyah Tidak mudah dipecah dan semangat terus beramal usaha sehingga besar dan tersebar di mana-mana”, ujarnya.

“PCIM Malaysia adalah yang terbesar dan solid di antara 27 PCIM yang ada di dunia,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Abdul Mu'ti juga kagum dengan hadirnya Muhammadiyah di Malaysia. Dia mengajak, khususnya di tahun-tahun politik ini supaya kita tenang. “Warga Muhammadiyah Di tahun politik ini agar tidak mudah mengikuti arus dan mudah terbakar. Kita tetap mengutamakan dakwah dan menyebarkan kebajikan.”, ujarnya.

Mu'ti menambahkan perlu ada penguatan dan pengembangan diaspora Muhammadiyah di Malaysia. “Bila perlu, orang kita yang sudah di sini yang tidak pulang. Terus kembangkan Muhammadiyah di sini, Ibarat kaum Muhajirin yang begitu tiba di Madinah, tidak mau balik lagi”.(dzar)

 

Sumber: M. Husnaini

Shared:
Shared:
1