Pemuda Muhammadiyah Harus menjadi Generasi Minadzhulumati Ilan Nur

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 30 April 2019 21:32 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Arif Jamali Muis mengingatkan pentingnya bagi Pemuda Muhammadiyah terutama DIY menempatkan diri menjadi generasi-generasi yang dhulumati ilan nur di tengah kondisi bangsa kita yang lepas kendali. 
 
Pesan itu disampaikannya dalam Pelantikan Pimpinan Wilayah Pemuda DIY, pada Ahad (28/4) di Auditorium Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 257. 
 
“Ayat yang saya bacakan tadi bercerita tentang orang yang Minadzhulumati Ilan Nur, bahasa kita adalah agama yang mencerahkan yang mana hal ini pernah di bahas Muhammadiyah melalui tanwir di Bengkulu beberapa bulan lalu. Ayat itu mengambarkan bahwa orang-orang yang beriman yang tercerahkan adalah mereka yang menjadikan Allah sebagai walinya,” sebutnya. 
 
Lanjut Arif Jamali, Pemuda Muhammadiyah harus tercerahkan dan penuh kegembiaraan dengan menjadikan Allah sebagai pimpinannya. Allah sebagai wali yang beriman yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut Minadzhulumati Ilan Nur, yaitu orang-orang yang tercerahkan dari kegelapan menuju kepada terang bencerang kepada cahaya kepada pencerahan. 
 
Hal itu dicontohkan Arif Jamali soal bergulirnya pemilu 2019, yang menjadi evaluasinya adalah soal ingin mencerahkan kedua pendukung tetapi di tuduh sebagai mendukung salah satu paslon. 
 
“Menjadi pencerahan di antara dua kubu itu posisinya berat, karena ditengah dan melihat persoalan dengan jernih itu di tuduh oleh kedua sisi kanan dan kiri. Misalnya, ketika menempatkan diri dalam konteks pemilu pilpres yang menempatkan di tengah. Dan celakanya kalau ada berita hoax, dan kita mengatakan itu tidak benar. Maka, kita di tuduh sebagai pendukung salah satu pihak,” sebut Arif Jamali. 
 
Padahal, sebagai pimpinan, kader dan warga Persyarikatan Muhammaidyah harus ikut menyerukan terhadap keputusan PP Muhammadiyah atas ajakannya untuk melakukan rekonsiliasi, perdamaian dan kedamaian kepada seluruh masyarakat dan kembalikan kecurangan itu kepada jalur-jalur yang sudah di sesauaikan dengan tata uruutan hukum yang sudah di miliki. 
 
“Ini menjadi problem, oleh karena itu posisi Pemuda Muhammadiyah harus menjadi Minadzhulumati Ilan Nur, kapan itu bisa terjadi ketika menempatkan Allah menjadi sumber kebenaran melalui sumber Al-Qur’an dan hadist,” katanya. 
 
Jadi, sebut Arif Jamali kader Pemuda Muhammadiyah harus menempatkan kebenaran kepada Allah dan tidak ada keraguan di dalamnya. Tentu hal itu tidak bisa dilakukannya tanpa kerangka ilmu, iman dan taqwa sebagaimana ciri khas kader Pemuda Muhammadiyah. 
 
“Dzhulumati Ilan Nur harus punya ilmu, maka tidak mungkin tidak berilmu. Maka Pemuda Muhammadiyah harus menjadi bagian gerakan ilmu,” katanya. (Andi
 
Shared:
Shared:
1