Raih Peningkatan Aset, BTM Diupayakan Tumbuh di Setiap PDM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 28 April 2019 23:01 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN - Sebagai pusat keuangan Muhammadiyah, Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Jawa Tengah terus melakukan intermediasi keuangan antara amal usaha Muhammadiyah (AUM) dengan warga Muhammadiyah demi terciptanya pilar ketiga Muhammadiyah (ekonomi).

"Pengembangkan ekonomi sejauh ini dibagi dalam dua kategori, yakni sektor keuangan dan riil. Keduanya harus bersinergi. Maka dari itu, keberadaan BTM di Muhammadiyah sebagai sektor keuangan harus bisa dimanfaatkan bagi AUM dan warga yang mengembangkan sektor riil. Sinergisitas ini harus kita kembangkan secara optimal, dengan cara mendirikan BTM di kantong - kantong Muhammadiyah," ungkap Ketua Pengurus Pusat BTM Jawa Tengah, Akhmad Sakhowi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) XVI BTM Jawa Tengah di gedung BTM Wiradesa Pekalongan, Ahad (28/4).

Pada pemaparan kinerja pusat BTM Jawa Tengah itu disebutkan bahwa dalam tahun 2018 telah tercapai Rp 40,13 milyar yang berarti ada kenaikkan aset sebesar 19,42% dibandingkan pencapaian tahun 2017 yang bernilai Rp. 33,60 milyar. Sisa Hasil Usaha (SHU) juga mengalami kenaikan sebesar 10.14% dari hasil Rp. 399 juta pada 2017 menjadi Rp. 439 juta pada 2018.

Terkait dengan rencana kerja tahun 2019, pusat BTM Jawa Tengah akan menambah anggota BTM primer baru dari Cilacap dan Kebumen. Pembiayaan direncanakan akan menyalurkan kepada anggota sebesar Rp. 22 milyar sehingga target SHU ditahun 2019 Rp 483 juta dan asset sebesar Rp. 44 milyar.

"Itulah pemaparan dan target kinerja kami di tahun 2019," imbuh Sakhowi.

Sementara itu Wakil Sekertaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Wahyudi menambahkan bahwa keberadaan BTM sangat strategis.

Oleh karena itu PWM Jawa Tengah memiliki kepentingan untuk terus mengembangkannya dalam kerangka dakwah dan mendorong berbagai PDM di Jawa Tengah untuk mendirikan BTM.

"Saya menyakini BTM di Jawa Tengah akan berkembang dikarenakan bukti dan manfaat BTM konkrit dirasakan oleh persyarikatan," ucap Wahyudi. (Afandi)

Shared:
Shared:
1