Sinergitas UMS dan MPM Membantu Kesejahteraan Umat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 28 April 2019 08:51 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, SURAKARTA-- Membangun sinergitas pada Majelis dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk membantu kesejahteraan umat, khususnya kelompok mustad'afin. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah melalui Lembaga Kelompok Unggul (Luku) Petani Muhammadiyah jalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
 
Sarjito, Wakil Rektor 2 UMS menyampaikan bahwa, langkah pemberdayaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah terhadap kelompok marjinal dalam hal ini petani. Dilakukan dengan mewujudkan ketahanan pangan produksi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Maka, produk lokal harus memiliki pasar tersendiri.
 
Karena sering terjadi jatuhnya harga-harga hasil tanam para petani, yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kebijakan impor pangan. Maka langkah pemberdayaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah dengan cara membeli dan membuka pasar bagi para petani Muhammadiyah. Seperti kebijakan yang diambil oleh UMS yang menganti tunjangan kenaikan gaji para karyawannya dengan beras petani Muhammadiyah.
 
"Kebanyakan tunjangan biasanya adalah barang di uangkan, tapi kini di UMS beda. Karena uang di barangkan," katanya dalam acara Launching dan Kerjasama pada (27/4) di Gedung Induk SIti Walidah, UMS.
 
Menyambung yang disampaikan Sarjito, Bakhtiar Dwi Kurniawan, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah mengaku berterimakasih atas terjalinnya kerjasama atau sinergitas diinternal Muhammadiyah terkait dengan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan memang tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak. Melainkan harus ada sinergi dan kerjasama.
 
Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menegaskan, semangat reflektif dari Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang menjadi ruh keberpihakan Muhamamdiyah terhadap segala macam penindasan kepada umat atau masyarakat harus tetap dikobarkan dan digelorakan. Karena hal ini menjadi ciri yang harus terus melekat dalam setiap nafas dan gerak langkah Muhammadiyah.
 
Maka, semangat tersebut harus diaktualisasikan kedalam bentuk langkah kongkrit. Dalam kaitan pemberdayaan kelompok marjinal petani, bisa diimplementasikan dalam aksi bela, beli produk petani Muhammadiyah. Karena selain sebagai penguatan pangan lokal, aksi bela dan beli produk petani Muhammadiyah ini juga merupakan langkah penguatan basis jama'ah tani Muhamamdiyah.
 
"Bela, beli produk Muhammadiyah. Karena hal ini merupakan siklus yang memang harus dikonkritkan diinternal Muhammadiyah, dari, oleh dan untuk Muhammadiyah," tegas Bachtiar.
 
Ia berharap, Muhammadiyah di depan nanti akan memiliki sebuah Amal Usaha (AUM) yang bergerak dan fokus pada sektor pertanian, perikanan, serta peternakan dan bahan pokok lainnya. Sebagai wadah pensejahteraan petani-petani Muhammadiyah. (aan
Shared:
Shared:
1