Haedar: Syamsuhadi, Sosok Pekerja Keras dan Pengayom Angkatan Muda

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 28 Maret 2019 12:33 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PURWOKERTO - Syamsuhadi Irsyad yang akrab di sapa Pak Syamsu, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tutup usia dalam umur 80 tahun di Ruang ICU RS Margono Soekarjo, Puwokerto pada Kamis (28/3) sekitar pukul 08.30 WIB.

Pria kelahiran Sleman, 21 Januari 1940 ini dikenal sebagai sosok pengayom bagi orang disekitarnya, terlebih civitas akademika UMP, banyak yang menganggap dirinya sebagai bapak, lantaran pribadinya yang penuh inspirasi dan bijaksana. Ditangannya, UMP disulap menjadi Universitas unggulan yang mampu bersaing dengan universitas-universitas besar disekelilingnya.

Dalam kenangan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, Pak Syamsu merupakan sosok yang berkomitmen kuat pada persyarikatan, pekerja keras, dan juga tegas.

“Muhammadiyah kehilangan tokoh senior dan rektor yang gigih. Generasi muda perlu belajar pada tokoh Muhammadiyah tersebut. Selamat jalan semoga husnul khatimah,” ucap Haedar ketika dihubungi pada Kamis (28/3).

Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa Pak Syamsu merupakan pengayom angkatan muda.

“Beliau mengkader dengan cara memberi peluang sekaligus mendidik. Dr Anjar Nugroho yang akan menjadi rektor UMP, pengganti beliau, termasuk kadernya,” imbuh Haedar.

Selain kiprahnya di Muhammadiyah, Pak Syamsu sang abdi pendidikan Muhammadiyah ini juga aktif di Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Selain itu, beliau juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non-Yudisial, Ketua Muda Mahkamah Agung RI Urusan Lingkungan Peradilan Agama, Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI, Direktur Pembinaan Badan Peradilan Agama Departemen Agama RI, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jawa Barat di Bandung, dan Ketua PTA DKI Jakarta.

Dalam bidang pendidikan, Pak Syamsu menempuh studi Strata Satu Syariah Jurusan Hadis di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tahun 1973, kemudian melanjutkannya pada studi S-1 Hukum Jurusan Keperdataan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), 1989-1992.

Selanjutnya, Program master Ilmu hukum berhasil diraihnya di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), 1994-1998, sedangkan program Doktoral Ilmu Hukum di Universitas Indonesia (UI). Ilmu Hukum lah yang mengantarkannya memasuki dunia birokrasi di lingkungan kerja Pengadilan Agama.

Shared:
Shared:
1