SMK Muhammadiyah Kutowinangun Gagas Konsep Ujian Berbasis Android

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 27 Maret 2019 09:44 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, KEBUMEN – SMK Muhammadiyah Kutowinangun (SMK MUHIKU) mulai menerapkan terobosan baru melalui ujian berbasis Android atau Smartphone pada Penilaian Tengah Semester lalu yang diselenggarakan pada Senin 11 Maret hingga Jumat 22 Maret 2019. Hal ini mengingat peningkatan penggunaan dan keakraban siswa dengan media komunikasi dan teknologi digital merupakan karakteristik anak jaman milenial.

Kepala SMK Muhiku Rochmat Aris Susyanto membeberkan alasan pemilihan media Android sebagai media pelaksanaan ujian. “Dimana karakter anak zaman now atau zaman milenial semakin nyeleneh, mereka lebih percaya informasi interaktif daripada informasi searah, lebih aktif menggunakan gadgetmedsos, dan tidak suka membaca secara konvensional,” ungkapnya, (22/3).

“Kecenderungan anak menggunaan Smartphone inilah yang menjadi tantangan tersendiri, kalo ini tidak segera diarahkan maka akan berdampak negatif. Tentunya bukan melarang, melainkan manfaatkan Smartphone yang mereka gunakan sebagi sarana pembelajaran. Salah satunya dengan menerapkan ujian berbasis Android,” lanjutnya.

Tak sekedar menerapkan tes berbasis Android, SMK Muhiku mulai mengembangkan sistem E-learning sebagai sarana pendukung pembelajaran. Dimana sistem ini mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi yang ada, utamanya memanfaatkan Smartphone siswa.

Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum, Gunawan mengatakan penerapan ujian berbasis Android hanya salah satu bagian dalam sistem E-Learning yang sedang dikembangkan. Dengan adanya sistem E-learning nantinya guru dituntut berkreasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sumber belajar, media belajar, dan proses kegiatan belajar-mengajar.

“Guru era millenial harus melek IT dan perkembangan teknologi. Tidak ada alasan masalah guru muda atau tua, semuanya mempunyai tanggungjawab yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 45. Era millenial bukan menjadi suatu hambatan, namun bagaimana guru menyikapi era millenial ini menjadi tantangan kearah kemajuan pendidikan,” jelasnya.

Meskipun baru tahap pengembangan, Gunawan berkomitmen bahwa SMK Muhammadiyah Kutowinangun akan selalu menjadi sekolah terdepan, sekolahnya anak Jaman Now di era millenial. (Syifa)

Sumber : Ayis

 

Shared:
Shared:
1