Revolusi Industri 4.0, Tantangan Bagi Sektor Jasa Keuangan Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 27 Maret 2019 09:43 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL - Dengan hadirnya Revolusi Industri 4.0 dalam perekonomian di Indonesia khususnya sektor jasa keuangan, masyarakat modern pada saat ini tentu menyikapi hal tersebut sebagai suatu kemudahan dalam bertransaksi. Walaupun pada kenyataannya dalam pandangan beberapa pekerja revolusi industri 4.0 memang memberikan ancaman bagi mereka dalam mendapatkan pekerjaan. Maka salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan kompetensi manusia itu sendiri agar terus bisa mengatasi Era Industri 4.0.

Untuk membuka peluang dalam meningkatkan kompetensi tersebut, Program International of Management and Business (IMaBs) 2019 mengadakan The 5th International Conference of Management Sciences (ICOMS 2019) pada Selasa (26/3) di Ballroom Prambanan Hotel Cavinton Yogyakarta. "Dalam acara ini hadir akademisi ekonomi dalam konferensi internasional. Kemudian para praktisi bisnis dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk saling bertukar ilmu melalui 45 paper penelitian yang dipresentasikan. Sehingga kita bisa saling berbagi pengetahuan, agar bisa terus maju di Era Industri 4.0," terang Indah Fatmawati, Direktur Program IMabs.

Dalam konferensi Internasional tersebut hadir pembicara dari 3 Negara yang ahli dalam bidang ekonomi yaitu  Shu Hsien Liao berasal dari Tamkang University Taiwan, Shafinar Ismail dari UITM Malaysia, dan Pensri Joroenwanit Khon Khaen University Thailand. 

Pada kesempatan itu juga hadir Baruna Kurnianto dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengemukakan Era Industri 4.0 bukan suatu ancaman justru merupakan peluang bagi Indonesia.

"Beberapa jasa keuangan seperti perbankan terus meningkatkan pemanfaatan teknlogi informasi melalui digital banking (mobile banking) juga branchless banking, dengan ini nasabah menjadi mudah dalam bertransaksi," jelasnya.

Bahkan pesatnya kemajuan teknologi Era Industri 4.0 dengan Big Data, Artificial Intelegence (AI), dan Internet Of Things, cara bertransaksi akan menjadi sangat cepat dan efisien di masa depan. "Mungkin nanti seiring perkembangan Revolusi Industri 4.0 ini dengan adanya AI, pekerja manusia bisa berdampingan dengan robot atau mungkin tergantikan. Begitupun fungsi analisa dengan adanya Big Data akan diperankan oleh komputer yang lebih cepat dan akurat," jelas Baruna lagi.

Oleh karena itu Baruna mengapresiasi ICOMS 2019 yang mengangkat tema Strengthening Competitiveness to Cope with Industrial Revolution 4.0, menurutnya tema ini sangat sesuai dengan kenyataan bahwa sumber daya manusia di Indonesia masih perlu ditingkatkan. "Tenaga profesional di industri jasa keuangan juga harus siap terhadap potensi berkurangnya profesi karena perkembangan teknologi digital. Karena itu dengan membangun kompetensi diri seperti melalui acara ICOMS 2019 ini harapanya dapat membangun kompetensi diri yang tidak dapat digantikan oleh robot," imbuhnya. (Pras)

Shared:
Shared:
1