intesifkan Peluang Ekonomi, Aisyiyah Jawa Timur Adakan Pelatihan Kewirausahaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 31 Agustus 2012 15:08 WIB

Lamongan- Bisnis berasal dari kata busy yang berati sibuk. Bisnis merupakan kesibukan yang dilakukan dalam rangka mencari keuntungan. Bisnis memiliki dua makna, kesatuan yuridis (hukum), teknis dan eknomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan yang merujuk pada sektor pasar tertentu. Namun seringkali bisnis tidak dilakukan dengan baik, bahkan bisnis sering dicampuradukkan dengan kegiatan sosial. Seringkali bisnis juga tidak dilakukan dengan serius dan tidak sungguh-sungguh, karena itu bisnis seringkali mengalami kegagalan.

 

Demikian yang disampaikan oleh Dr. Nurul Yamin wakil ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam pelatihan kewirausahaan terhadap ibu-ibu istri para TKI dan ibu-ibu Aisyiyah di Solokuro, Lamongan, Selasa (28/08/2012). Acara ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang dilakukan sebelumnya di Malaysia. Pelatihan ini adalah kerjasam antara Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammdiyah dan PP Aisyiyah. Dalam pelaksanaanya, pendampingan langsung dikoordinasikan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiah jawa Timur.

 

Hadir sebagai pembicara dan pemateri dari PW Aisyiyah Jawa Timur, Nelly Asnifati. Nelly sendiri adalah sekretaris PW Aisyiyah Jawa Timur. Nelly yang ikut melakukan pendampingan terhadap para TKI di Malaysia ini menyampaikan materi tentang Pengelolaan Koperasi Dengan Sistem Kelompok. Nelly secara intensif mendampingi para istri TKI dan ibu-ibu Aisyiyah di Solokuro, Lamongan.

 

Menurutnya, masyarakat kecil dan para ibu-ibu memiliki peran penting dalam ikiut serta mewujudkan kesejahteraan keluarga, bahwa jangan sampai uang kiriman suami mereka habis untuk konsumtif. Karena itu kiriman para suami harus dikelola secara produktif sehingga pada saatnya nanti mereka dapat memiliki usaha secara mandi dan tidak terus-menerus menjadi TKI.

 

Para ibu-ibu ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam kompetisi global bertarung langsung dengan kekuatan korporasi. Dalam dunia liberal, usaha apapun yang dilakukan para ibu-ibu ini pasti kalah. Karena itu Aisyiyah melakukan pendampingan langsung dengan melakukan pemberdayaan.

 

Pelatihan kewirausahaan ini ditutup dengan perumusan rencana tindak lanjut bersama. Seperti mendirikan koperasi Aisyiyah ditingkat cabang, membuat kelompok disetiap ranting di Solokuro dan Laren, dan membentuk kelompok usaha bersama.

Shared:
Shared:
1