MDMC Kehilangan Ahli Geologi, Rovicky Dwiputro

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 04 Maret 2019 16:14 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA  – Meninggalnya Ahli Geologi Rovicky Dwi Putrohari, pada Senin 4 Maret 2019 pukul 02:05 dinihari di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan menjadi duka bagi Muhammadiyah terlebih Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). 
 
Pasalnya almarhum yang kerap di sapa Pak De Rovicky menjadi bagian tak terpisahkan dari kiprah MDMC saat ini, apalagi dia menjabat sebagai Konsultan Ahli MDMC. 
 
Disampaikan Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan saat diwawancari redaksi Muhammadiyah.id, pada (3/4/2019) Muhammadiyah khususnya MDMC turut berduka cita atas meninggalnya ahli geologi ini. Menurutnya, almarhum banyak terlibat dan memberi kontribusi baik di kebencanaan dan konsultan ahli MDMC. 
 
“Sebagai sorang ahli geologi sekaligus seorang akademisi kiprahnya sangat mumpuni, hal ini terlihat dari bagaimana almarhum semasa hidupnya mampu menjelaskan persoalan geologi yang rumit menjadi sangat sederhana bisa kita lihat di blog “Dongeng Geologi” dia menjelaskan berbagai persolan geologi, seperti persoalan longsor, persoalan terjadinya banjir bahkan likuifaksi dijelaskan secara jelas dan dengan contoh-contoh yang sederhana,” pungkas Budi saat memberikan keterangan.
 
“Dari contoh-contoh sederhana soal geologi anak-anak dan Ibu-ibu sangat senang mudah memahami. Itulah peranan penting Almarhum,” tambah Budi. 
 
Menurut Budi, almarhum selain menjabat ketua Ikatan Ahli Geologi di pilih menjadi Konsultan Ahli MDMC karena sangat berkompeten terhadap masalah geologi. Selama periode ini MDMC juga kerap melibatkan dan mengundang almarhum di tengah tengah kesibukannya. 
 
“Pada waktu jambore relawan Muhammadiyah di Malang almrhum juga di undang menjadi pemateri dan menjelaskan berbagai kebencanaan di Indonesia yang memang sering terjadi apakah gunung berapi, gempa bumi dan beberapa bencana lainya,” jelas Budi. 
 
Budi juga menyampaikan bahwa almarhum juga mendorong MDMC membuat peta kebencanaan di masing-masing wilayah dan daerah. Hal ini disampaikan almarhum saat memberikan catatan dan pemahaman kepada relawan MDMC pasca tsunami dan gempa di Palu, Sulawesi Tengah. (Andi
Shared:
Shared:
1