AUM sebagai Lembaga Pelayanan Umat Harus Terus Dirawat Ruh dan Tradisinya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 02 Maret 2019 14:00 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN-- Peringatan milad RS PKU Muhammmadiyah Yogyakarta yang ke 96 tahun dan RS PKU Muhammmadiyah Gamping ke 10, menghadirkan Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 yang di kemas dalam Pengajian Akbar pada Sabtu (2/3) di Aula RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Ahmad Faesol, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam sambutannya mengatakan, peran RS PKU Muhammadiyah untuk bisa dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat terlebih bagi warga persyarikatan.

"Kita harus bangga dan berani menunjukan peran aktif kita(Muhammadiyah) dalam bidang kesehatan kepada umat,” buka Faesol.

Peran tersebut bisa ditampilkan dan dimanfaatkan oleh umat karena ridho Allah SWT dan peran dari civitas medik dan non medik dalam berandil memajukan RS PKU Muhammadiyah dimana pun berada.

"Di usia yang tua ini, RS PKU Muhammadiyah sebagai bukti Muhammadiyah telah ada dan bekerja untuk umat sejak lama,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Din mengapresiasi atas tampilnya PKU Muhammadiyah dalam pelayanan kepada umat. Rasa syukur akan nikmat yang diberikan Allah SWT atas semua ini, Din mengajak untuk terus memperbaharui dan mengembangkan potensi yang selama ini dimiliki.

"Sebagai bentuk syukur atas usia ini, adalah dengan memperbaharui dan mengembangkan potensi di miliki Muhammadiyah, terlebih RS PKU Muhammadiyah,” ungkap Din.

Adanya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai lembaga pelayanan umat harus dirawat ruh dan tradisinya yang suka memberi. Maka, para penggerak AUM adalah kader yang memiliki jiwa pemberi juga kader yang memiliki profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada umat.

"Beraktifitas di Muhammadiyah jangan berharap balasan dunia, tapi berharaplah Allah langsung yang membalasnya,” katanya.

Menyikapi cepatnya persebaran informasi, Din berpesan untuk memanfaatkannya dalam memajukkan AUM, informasi yang tersebar tersebut bukan sebagai bentuk riya' tapi sebagai salah satu dimensi dakwah. Sehingga dari tersebarnya informasi tersebut, keberadaan AUM bisa dimanfaatkan umat dalam hajat hidupnya.

"Rasa syukur tidak cukup hanya ditunjukkan dengan hati dan ucapan, tapi juga engan tindakan nyata yang berorientasi sebagai langkah berkemajuan,” tambahnya.

Diakhir pemaparannya, Din mengajak kepada pengerak AUM untuk memiliki pandangan hidup, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

“Pandangan hidup tersebut perlu dimiliki bagi para kader Muhammadiyah yang berkhidmat di organisasi Islam berkemajuan ini,” pungkas Din. (a'n)

Shared:
Shared:
1