Syahwat Kekuasaan yang Tak Terbendung Menjadi Penyebab Merosotnya Peradaban

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 01 Maret 2019 13:47 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Aura politik semakin hangat mendekati pemilihan umum bulan April nanti. Banyak berita maupun konten-konten hoax bertebaran di berbagai media sosial. Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi sebagian pihak.

“Pemilu, pileg, pilpres itukan ritual lima tahunan jadi jangan dianggap terlalu serius. Kalau kita tidak suka dengan pemimpin ya tunggu nanti diganti lagi,” kata Ahmad Syafi’i Maarif atau yang akrab dipanggil Buya Syafi’i yang ditemui usai Bedah Buku ‘Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam’ di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jum’at (1/3).

“Demokrasi itu kan melatih orang untuk sabar jadi jangan main-main grusa-grusu bahasa jawanya ya jadi ya tunggu ganti ya itu aja, ya jangan terlalu seriuslah jangan dihubungkan dengan nanti kalau ini tidak ada yang menyembah Allah,” ungkap Buya.

Disinggung tentang banyaknya hoax yang banyak terjadi di media sosial Buya Syafii mengatakan bahwa itu tanda peradaban sedang merosot.“Karena syahwat kekuasaan yang tidak terbendung.

Hal tersebut menurut Buya perlu disikapi dengan akhlak yang waras.

“Itu di counter tapi jangan dengan cara yang halus tapi tajam, harus sopan ya jangan hanyut dalam kebiadaban,” singkat Buya. (Syifa) 

 

Shared:
Shared:
1