IMM AR Fakhruddin Kaji Pengentasan Kemiskinan di Yogyakarta

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 20 Februari 2019 11:08 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR Fakhruddin Kota Yogyakarta mengadakan agenda yang dinamakan ‘Rembug Kritis’ bertemakan “Yogyakarta Darurat Kemiskinan” yang diadakan  bertempat di Gedung Amphitheater KH.Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (19/2).

Dalam sambutannya, Ketua PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta, Raihan Ibrahim Annas menuturkan bahwa agenda ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai forum pembahasan isu sentral PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta pada periode ini. Selain itu Raihan menambahkan bahwa hari ini forum-forum diskusi yang membahas tentang isu-isu lokal sangatlah minim, sehingga PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta menginisiasi agenda tersebut.

Agenda diisi oleh tiga pembicara  yang memiliki perspektif  kajian kritis terhadap isu sosial dan kemiskinan yaitu Yogi Zul Fadhli, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Sonyaruri Satiti, Peneliti Pusat Studi dan Kajian Kependudukan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM),  serta Roy Murtadho, Redaktur Islam Bergerak.

Dalam forum tersebut, Sonyaruri Satiti menyampaikan problematika paling signifikan dalam pengentasan kemiskinan adalah masih tingginya Inclusion Error danExclusion Error. Ruri mengatakan bahwa pengukuran data kemiskinan hari ini yang digunakan masih harus menjadi objek kajian. “Metode pengukuran moneter yang digunakan oleh pemerintah dianggap belum dapat merekam lokalitas yang ada pada masing-masing daerah. Ruri kemudian menawarkan pengumpulan data dengan menggunakan sensus sebagaimana telah diterapkan PSKK UGM di Fakfak,” ungkapnya.

Sementara itu Yogi Zul Fadhli menuturkan ada kebijakan negara yang menghadirkan kantong-kantong kemiskinan di daerah. Menurutnya,  sulitnya memberantas kemiskinan disebabkan karena kebijakan negara yang justu memiskinkan rakyatnya. “Hal tersebut mengakibatkan program-program pengentasan kemiskinan tidak berdampak signifikan pada masyarakat,” tegas dia.

Roy Murtadho menyampaikan bahwa debat-debat yang muncul terkait kemiskinan terletak pada soal paradigmatik. Ia menambahkan bahwa realitas-realitas yang muncul pada masyarakat tergolong pada kemiskinan struktural.

Acara yang membahas terkait isu kemiskinan Kota Yogyakarta ini dihadiri  antusias oleh kader IMM serta organisasi mahasiswa se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Syifa)

Sumber : IMM AR Fakhruddin

Shared:
Shared:
1