Muslim yang Tercerahkan Tidak Akan Mudah Menebar Kebencian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 15 Februari 2019 11:49 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, BENGKULU -- Muslim yang tercerahkan oleh ajaran Islam tidak akan mudah menebar marah, kebencian, memecah belah, permusuhan, memproduksi hoax, korupsi, kolusi, nepotisme, menyalahgunakan kekuasaaan, berpolitik menghalalkan segala cara, mengeksploitasi alam secara semena-mena demi keuntungan sendiri, dan berbuat kerusakan di muka bumi atau fasad fil-ardli. 
 
Hal tersebut disampaikan Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam sambutan pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu pada Jumat (15/2). 
 
Haedar menambahkan, seharusnya umat Islam harus jadi muslim yang tercerahkan suka beramal-shaleh, beramar-makruf, dan bernahi-munkar. 
 
"Ketika  bernahyu-munkar pun melakukannya dengan cara yang ma’ruf, tidak dengan cara yang munkar. Pendek kata muslim yang tercerahkan itu berakhlaq yang agung dan menjadi uswah hasanah sebagaimana diteladankan Nabi Muhammad yang menebar misi rahmatan lil-‘alamin di semesta alam raya," katanya. 
 
Menurutnya, beragama yang mencerahkan dapat membangun keadaban publik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri tercinta ini. 
 
"Dalam kehidupan kebangsaan saat ini secara umum memang masih terdapat nilai-nilai positif seperti toleransi, kedamaian, dan kegotongroyongan yang masih bersemi dalam mayoritas warga bangsa. Hal ini harus terus dijaga agar persatuan tetap terpelihara, jangan sampai ada perpecahan, apapun penyebabnya," ungkapnya. 
 
Oleh karena itu, Muhammadiyah terus menggelorakan gerakan pencerahan akal budi dan keadaban publik dalam perikehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk kebaikan Indonesia.
Shared:
Shared:
1