Islam Berkemajuan Menjadi Peradaban Jika Umat Islam Terbuka

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 06 Februari 2019 19:42 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Meresmikan pembukaan acara Halaqah Kebangsaan Cendekiawan dan Ulama Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Ma'arif Institute, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq Mughni tegaskan bahwa Islam Berkemajuan sebagai konsep peradaban hanya akan terjadi jika umat Islam bersikap terbuka.
 
"Islam telah melewati pasang surut peradaban, maka kita harus mengambil pelajaran penting. Terutama adalah, umat Islam akan maju jika terbuka. Tanpa keterbukaan maka peradaban sulit berkembang," ujar Syafiq di Balroom Hotel Sari Pacific Thamrin menghadapi puluhan akademisi dan peneliti, Rabu (6/2).
 
Syafiq yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban menguatkan bahwa sifat terbuka adalah ciri Islam Berkemajuan.
 
"Islam wasathiyah (moderat) adalah salah satu ciri Islam Berkemajuan. Beragama secara tekstualis tidak bisa mengembangkan watak Islam Berkemajuan," imbuh Syafiq.
 
Direktur Ma'arif Institute Muhammad Abdullah Daras menyatakan bahwa acara tersebut adalah program tahunan Ma'arif Institute.
 
"Ini adalah tahun keempat. 2015 kami membahas fikih pemimpin non Islam, 2016-2017 membahas terorisme dan radikalisme, 2018 kami membahas fatwa-fatwa. Selama tiga hari ini kita akan menggodok Konsep Islam berkemajuan," ungkap Daras. 
 
Bekerjasama dengan Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah, Ma'arif Institute juga melakukan peluncuran jurnal edisi ke-32 Ma'arif Institute.
 
Membawa tema "Reinvensi Islam Berkemajuan: Konsepsi, Interpretasi dan Aksi", puluhan peserta Halaqah Kebangsaan tersebut akan mendapatkan pemaparan dari sekira 20 tokoh intelektual Indonesia seperti Mahfud MD, Ahmad Syafi'i Ma'arif hingga Azyumardi Azra. (Afandi)
Shared:
Shared:
1