Pentingnya Pendidikan Bencana Diterapkan di Sekolah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 03 Februari 2019 18:05 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -  Menindaklanjuti instruksi menteri pendidikan bahwa mitigasi bencana perlu disegerakan di Indonesia, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sejak 2007 sudah menerapkan sekolah siaga bencana pasca gempa yang terjadi di Yogyakarta dan Jateng di sekolahsekolah Muhammadiyah.

Pasca bencana pada akhir tahun 2018, pemerintah menaruh perhatian pada pendidikan bencana di Indonesia. Seperti diberitakan, saat ini pendidikan bencana tengah dipertimbangkan oleh Kemdikbud, apakah akan dimasukkan dalam kurikulum pelajaran ataukah dikembangkan dalam pendidikan karakter.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa pendidikan aman bencana dapat diterapkan dalam nilai-nilai yang diajarkan dari guru kepada murid apabila guru-gurunya juga memahami definisi bencana.

“Bahkan, dalam pelajaran matematika pun bisa dimasukkan pelajaran bencana. Seperti misalnya, para siswa diajak berhitung berapa jumlah orang yang meninggal akibat terdampak gempa & tsunami Palu,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Sabtu (02/02).

Lebih lanjut menurut Budi, pendidikan aman bencana di sekolah juga berkaitan dengan kesiapsiagaan dan kesadaran warga sekolah terhadap adanya potensi bencana di lingkungan sekolah.

“Jika nanti mereka melihat angka dalam jumlah besar, maka siswa dapat diajak berpikir untuk mengurangi risiko bencana tersebut,” ujarnya. MDMC PP Muhammadiyah sendiri berkomitmen pada pendidikan bencana dengan mendorong pembentukan Sekretariat Daerah (Sekda) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sejak tahun 2010, MDMC telah mengirim wakilnya dalam Konsorsium Pendidikan Bencana Indonesia (KPBI).

Sumber: (MDMC/AT)

Shared:
Shared:
1