SD Muhammadiyah Mantaran Dikukuhkan sebagai Sekolah Siaga Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 02 Februari 2019 12:17 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN – Sebanyak 30 orang anggota SD Muhammadiyah Mantaran di kukuhkan sebagai Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kabupaten Sleman, Mustai’n Aimun dalam kegiatan Gladi Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, pada Kamis (31/1/2019) di Lapangan SD Muhammadiyah Mantaran.

Henry Wijaya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, mengatakan pengukuhan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) merupakan upaya BPBD Sleman sebagai penguatan kelembangaan masyarakat untuk mengurangan risiko bencana tahun 2019.

Mengingat Kabupaten Sleman memiliki risiko ancaman bencana di antaranya erupsi gunung Merapi, banjir, puting beliung, tanah longsor dan bencana lainnya, maka BPBD Sleman berusaha mengimplementasikan dengaan mensinergikan berbagai elemen: pemerintah, masyarakat dan pengusaha.

“Pengukuhan ini bertujuan agar bisa terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana,” kata Henry.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kabupaten Sleman, Mustai’n Aminun, menyampaikan dengan dikukuhkannya Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) di SD Muhammadiyah Mantaran hingga saat ini di Kabupaten Sleman terdapat 57 Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Pada tahun 2019 Kabupaten Sleman menargetkan sebanyak 8 Sekolah Siaga Bencana dan 8 Desa Tanggung Bencana. Sehingga nantinya di Sleman ada 63 Sekolah Siaga Bencana dan 53 Desa Tanggung Bencana.

Menurutnya, adanya edukasi kepada masyarakat termasuk bagi siswa-siswi sekolah secara berkesinambungan sangatlah penting untuk dilakukan.

“Mengingat Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana. Walaupun bencana tidak bisa dihentikan, tetapi dapat di minimalisir dampaknya,” kata Musta’in Aminun.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sleman pada tahun 2018 tercatat ada 11 kejadian bencana banjir, 38 kejadian bencana tanah longsor, 64 kejadian angin kencang, 11 kejadian bencana petir dan 1 kejadian bencana kekeringan. (Andi)

 

Shared:
Shared:
1