Sosok Rektor Muda dari UMSB

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 01 Februari 2019 14:41 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PADANG - Riki Saputra terpilih menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menggantikan Novelti.

Sebelumnya Riki Saputra dan dua nama lainnya melewati fit dan proper test di Rapat Senat UMSB dan mekanisme rapat pleno PWM Sumbar.

Penetapan tersebut menjadikan Riki sebagai rektor termuda di Indonesia, yakni berumur 36 tahun. Pencapaian itu sempat dipegang oleh Anies Baswedan kala menjabat Rektor Universitas Paramadina pada 2007, saat usianya 38 tahun. Pada 2015, Universitas Paramadina kembali dipimpin rektor muda lainnya, Firmanzah, yang saat itu berusia 39 tahun.

Riki yang lahir di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, itu merupakan lulusan Aqidah Filsafat dari IAIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2005. Pria kelahiran 13 Desember 1982 itu melanjutkan studi pascasarjana di kampus yang sama dan meraih gelar Master Filsafat Islam pada 2008. Ia juga aktif Wakil Ketua Bidang Media dan Publikasi PWPM Sumbar periode 2014-2018.

Kemudian ayah dua anak ini meraih gelar Doktor Ilmu Filsafat di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 2015. Riki membuat disertasi berjudul Krisis Spiritual Manusia Modern dalam Perspektif Filsafat Perennial Huston Smith.

Sebelum menjabat rektor, Riki mulai mengajar di UMSB pada 2014. Kemudian ia menjabat Direktur Program Pascasarjana UMSB pada 2018.

Riki.Saputramengatakan, dirinya cukup senang dan berterima kasih karena sudah mempercayai dirinya sebagai rektor yang baru.

"Saya tidak menyangka ditunjuk menjadi rektor UMSB, karena awalnya saya tidak terlalu berambisi untuk menjadi rektor, tetapi saya mengucapkan terima kasih karena sudah mau mempercayai saya untuk jabatan ini," katanya.

Untuk selanjutnya, Ia akan berusaha melakukan yang terbaik untuk membuat universitas ini menjadi kampus swasta terfavorit di Sumatera Barat dengan meningkatkan jumlah mahasiswa, akreditasi program studi (prodi), dan menambah gedung baru.

"Kami ingin meningkatkan kapasitas pengajar dan melahirkan guru besar. Pada 2019 ini ada dua orang," ujarnya.

Dia menambahkan, UMSB juga berencana membuka prodi baru, seperti jurusan ekonomi syariah, hukum Islam, dan psikologi Islam. Termasuk juga jurusan umum, seperti ilmu pertanian dan administrasi pendidikan.

"Jika kita diberi amanah dan memiliki potensi untuk itu tidak boleh ditolak. Yang penting kita tak boleh terobsesi jabatan," ujarnya.

Sumber: (Rijoe)

Shared:
Shared:
1