Mahasiswa UMM Jadi Relawan Pencegahan Kanker di Sri Lanka

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 31 Januari 2019 10:11 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, MALANG – Kanker menjadi momok bagi semua orang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, penyakit ini merupakan permasalahan di Indonesia dengan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang.

Merasa terpanggil, Natalia Rahman Damayanti, mahasiswa program studi (Prodi) Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalani program sebagai relawan pencegahan penyakit kanker di Kolombo, Sri Lanka.

Keberangkatannya ke negara di sebelah utara Samudera Hindia ini untuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Natalia mengemban misi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di Ibu Kota negara Sri Lanka ini.

Di sana, Natalia mengambil proyek pemberdayaan melalui program Cancer Awareness.

“Dengan ikut program ini, aku jadi lebih tertarik mengenal kanker. Biar pengetahuanya juga bisa disampaikan ke teman dan keluargaku,” katanya, seperti dikutip dalam website umm.ac.id pada Kamis (31/1). 

Natalia mulai menjalani proyek kerelawan itu sejak 19 Januari lalu hingga 27 Februari mendatang. Terselenggaranya program KKN Internasional ini merupakan salah satu skema kerjasama yang dijalin antara UMM dan AIESEC in UMM.

Di hari lain, Natalia membagi kuisioner ke masyarakat Kolombo. Tujuannya menjaring pengetahuan masyarakat umum seputar kanker. “Habis itu kita analisis kuisionernya. Besoknya kita ada presentasi pengetahuan tentang kanker,” ungkapnya.

Natalia juga melakukan kunjungan ke rumah sehat CCC House. Rumah rehabilitasi khusus penderita kanker. “Di CCC house ini kita bermain bersama anak-anak, bernyanyi, mewarnai, mancing ikan mainan, pokoknya menghibur,” terangnya.

Selain menyasar anak-anak, Natalia juga mengunjungi penderita kanker dewasa di rumah sehat lainnya. Natalia bersama satu kawan UMM-nya Rachmawati Bachruddin, memberikan dukungan dan perhatian kepada para penderita kanker.

KKN pada periode ini dibagi menjadi tiga kelompok besar, di antaranya KKN Internasional, KKN Tematik Rehabilitasi Dampak Bencana, dan KKN Regular. KKN Internasional diikuti sebanyak 27 mahasiswa yang tersebar di 7 negara. 

“Yakni Malaysia sebanyak 7 mahasiswa, Thailand 12 mahasiswa, Kamboja 1 mahasiswa, Nepal 1 mahasiswa, Sri Lanka 4 mahasiswa, Polandia 1 mahasiswa, dan Ukrainia 1 mahasiswa,” urai Ketua Divisi KKN Alik Ansyori Alamsyah.

Shared:
Shared:
1