MDMC Berpeluang Menjadi Lembaga Kebencanaan se-Asia Tenggara Pertama Terverifikasi WHO

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 30 Januari 2019 14:50 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Berupaya meningkatkan kualitas relawan dan standar kerja kerelawanan di tingkat internasional, Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammadiyah Disaster and Management Center (MDMC) menggelar Lokakarya Tim Medis dan Bencana Internasional, Rabu (30/1).

Bertempat di Grand Alia Cikini Jakarta Pusat, MDMC menyasar pada terciptanya dokumen, manajemen kebencanaan, respon medis yang sesuai standar organisasi sayap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang kesehatan WHO sehingga dapat memudahkan cakupan MDMC ke dunia internasional dan peningkatan kelayakan standar tim darurat medis atau Emergency Medical Team (EMT) yang dapat bergerak cepat dan taktis.

"MDMC sudah tiga kali mengirim relawan ke luar negeri. Sesuai amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MDMC harus menaikkan standarnya sesuai standar, pedoman dan verifikasi WHO," ujar penanggungjawab acara lokakarya dr. Corona Rintawan, Sp. Em.

Sampai saat ini, standar yang digunakan oleh MDMC dalam kebencanaan adalah standar nasional baik yang dikeluarkan oleh BNPB maupun Kemenkes. Menurut Corona, acara lokakarya tersebut merupakan pijakan awal bagi rangkaian sertifikasi EMT selama 2019.

"Harapannya setahun ke depan kita diakui WHO. Standarisasi mulai dari peningkatan SDM, peralatan dan prosedur. WHO menjadwalkan akhir Desember dilakukan visitasi dan simulasi sebagai tahapan verifikasi," sambung Corona.

Diikuti oleh perwakilan dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah maupun Rumah Sakit 'Aisyiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, acara lokakarya diisi oleh perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Pusat Krisis Kemenkes RI dan mentor dari WHO.

Menariknya, MDMC berpeluang sebagai lembaga kebencanaan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi dan verifikasi dari WHO.

"Sebetulnya MDMC sudah memiliki EMT, tetapi belum tertata sesuai standar. Di peta EMT internasional, di Asia Tenggara baru Indonesia yang mengajukan sertifikasi dan itu adalah MDMC," pungkas Corona. (Afandi)

Shared:
Shared:
1