Jadikan Masjid sebagai Tempat Aktivitas Sosial

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 29 Januari 2019 17:16 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL — Pandangan ke-Islaman yang dibawah oleh K.H Ahmad Dahlan adalah pendobrak kejumudan dan sebagai titik pijak atas solusi kebangsaan yang aksesibel bagi semua masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X ketika meresmikan Revonasi Masjid Al Musyawarah yang berada di bawa naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Utara, Kecamatan Kasihan, Bantul pada Selasa (29/1).

Pemikiran berkemajuan yang dimulai oleh K.H Ahmad Dahlan dituangkan dalam falsafah berbahasa jawa, “Dadio Santri Sing Berkemajuan” artinya jadilah santri yang berkemajuan. Falsafah ini disampaikan Kiyai kepada Santri yang mengaji di Suraunya.

“Dahlan sebagai ulama muda berkemajuan, ditunjukkan dengan mendirikan lembaga pendidikan, guna mencetak ulama cendikia yang diwakafkan untuk kemajuan bangsa,” imbuhnya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini juga berpesan untuk menjadikan masjid sebagai tempat aktifitas sosial lainnya, bukan hanya sebagai tempat ibadah wajib. Hal ini Ia sandarkan pada penggunaan Masjid pada zaman Rasulullah.

“Manfaatkan Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah wajib, tapi juga aktifitas sosial lainnya dengan tujuan menjalin kerukunan umat dan masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bantul, Suharsono dalam sambutannya juga mengapresiasi gerakkan Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya hingga sekarang ini telah banyak membantu bangsa Indonesia, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul yang dipimpinnya saat ini.

“Tugas pemerintah, khususnya Pemda Bantul banyak diringankan oleh adanya Muhammadiyah,” katanya.

Muhammadiyah dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, merupakan partner kerjasama yang strategis dalam membangun peradaban berbangsa dan bernegara. Dengan jumlah Masjid sebagai bentuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dikelola oleh Muhammadiyah, merupakan wadah atau tempat bagi masyarakat dalam merekatkan Kebhinekaan.

“Melalui masjid sebagai pusat kegiatan untuk pencerdasan dan penguatan umat atau masyarakat,” tuturnya.

Dana yang digunakan untuk renovasi masjid, selain dari swadaya dan infaq dari para jama’ah juga terdapat sumbangan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Hal ini ditunjukkan UMY sebagai bukti bahwa keberadaan AUM di suatu daerah memiliki dampak postif bagi lingkungan sekitarnya. Hal iniseperti yang disampaikan oleh Gunawan Budiyanto, Rektor UMY.

“Sudah menjadi tanggung jawab AUM (UMY) untuk mencerahkan masyarakat sekitarnya,” tandasnya.

Hadir dalam acara ini, Sri Sultan Hamengkubuwono X (Gubernur DIY), Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Suharsono Bupati Bantul, serta Perangkat Fokum Komunikasi Kabupaten Bantul. (a'n)

Shared:
Shared:
1