Busyro: Ranting Adalah Garda Terdepan Dakwah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 28 Januari 2019 14:42 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, Brebes—Kerja keras, cerdas dan ikhlas kunci Muhammadiyah dalam menjaga konsistensi dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang berkemajuan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Busyro Muqodas dalam Pengajian Akbar yang diselengarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, pada Ahad (27/1).

Di hadapan 2.500 jama’ah yang hadir, Busyro mengajak untuk tetap menjaga konsistensi Muhammadiyah dalam membangun bangsa. Upaya yang bisa dilakukan untuk menuju bangsa berkemajuan adalah melalui penguatan jama’ah yang berada di tingkat Pimpinan Ranting, karena jama’ah di ranting adalah ujung tombak Muhammadiyah dalam menyemai dakwahnya.

“Ranting sebagai wadah kader Muhammadiyah yang sigap berbuat untuk umat,” ungkap Busyro.

Busyro menerangkan bahwa, karena posisi kepengurusan di ranting memiliki kedekatan dengan umat secara langsung. Maka, ranting adalah garda terdepan dalam mengawal kehidupan umat, serta mereka adalah ujung tombak yang harus tetap tegak.

“Tegaknya Ranting Muhammadiyah merupakan cermin Pimpinan Pusatnya,” katanya

Dalam memberikan pelayanan kepada umat, Muhammadiyah merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang memiliki ribuan amal usaha. Adanya amal usaha tersebut semuanya bersertifikat atas nama Muhammadiyah, ini merupakan cara yang bijak dalam mengantisipasi berbagai macam ancaman perpecahan.

Menyikapi tahun politik, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini berpesan kepada peserta yang hadir untuk tidak muda terpancing dengan berbagai isu yang berkeliaran dan tidak bisa dipastikan kebenarannya. Serta untuk tetap bisa menjaga hubungan baik dengan pemerintah dan ormas lain.

“Menyikapi perbedaan, harus diselesaikan dengan dialog bukan dengan otot.” Serunya.

Menyinggung peran Muhammadiyah terhadap kebangsaan, Busyro menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri sampai sekarang selalu mendukung program pemerintah yang baik dan relevan dengan kebutuhan umat atau masyarakat. Bahkan Muhammadiyah telah banyak memainkan peran kabangsaan melalui kader-kader terbaiknya.

Banyak kader Muhammadiyah yang menjadi pioner dalam tatanan kenegara Indonesia, diantaranya adalah Mr. Kasman Singodimejo yang menjabat sebagai Jaksa Agung Indonesia pada tahun 1945-1946. Dan dalam kemiliteran ada nama Sudriman, yang merupakan Jendral Besar Indonesia di angkatan bersenjatanya kala itu. Sudirman kecil mengenal dunia militer dengan belajar baris-berbaris di Kepanduan Hizbul Wathan, serta aktif belajar Pencak Silat yang turut menumbuhkan jiwa patriotik dalam dirinya.

“Jadi, jika ada yang menanyakan ke-Indonesiaa Muhammadiyah, mereka harus belajar seajarah.”

Busyro juga berpesan bagi kader Muhammadiyah untuk menghilangkan mental pengemis.

“Menjadi kader Muhammadiyah harus bermental pemberi kemanfaatan kepada semua, termasuk kepada negara, bangsa pemerintah,” pungkasnya. (aan)

Shared:
Shared:
1