Animo Besar Warga Muhammadiyah Dirikan BTM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 23 Januari 2019 17:44 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN - Animo warga Muhammadiyah untuk mendirikan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) semakin tinggi setelah Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah melakukan sosialisasi Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) satu Pimpinan Daerah Satu BTM di seluruh jaringan Muhammadiyah se-Indonesia.

Demikian pesan yang didapatkan oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati dan Rembang saat melakukan studi kunjungan kerja ke pusat koperasi BTM Jawa Tengah Pekalongan dan LKMS BTM Pemalang, Selasa (22/01).

Menerima kunjungan kerja, Ketua Induk BTM Achmad Suud bersama Ketua Pusat BTM Jawa Tengah Ahmad Sahowi mengatakan bahwa keberadaan BTM sangat strategis bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan pilar ketiga Muhammadiyah, yakni ekonomi. Apalagi GMM telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Banyak warga Muhammadiyah yang ingin mendirikan BTM berbasis Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan syariah (KSPPS) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Animo tinggi terjadi karena sejauh ini akses pembiayaan keuangan yang dimilliki oleh masyarakat dalam pengembangan usaha dirasa masih minim sehingga  keberadaan BTM diharapkan dapat menjadi alternatif dalam keuangan inklusif.

Achmad Suud menyampaikan bahwa sejak Muhammadiyah sangat serius dalam melakukan konsolidasi keuangan mikro dilingkungan Muhammadiyah ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 004 oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah mengenai pendirian satu BTM satu PDM.

Menurut Suud, daerah Pati dan Rembang memiliki potensi besar untuk pengembangan BTM karena secara geografis memiliki potensi ekonomi yang signifikan pada sektor kemaritiman, pertanian, perdagangan dan jasa.

“Maka Induk BTM dan Puskop BTM Jawa Tengah akan mendukung penuh jika PDM Pati dan Rembang mendirikan BTM tersebut,” tegaa Suud agar Muhammadiyah lebih dalam terlibat dalam dinamika pembangunan ekonomi tersebut.

Sementara Ketua MEK PDM Pati Bonar Budiono menyatakan bahwa keberadaan Lazismu adalah prasyarat berdirinya BTM.

“Saya rasa ini merupakan solusi yang baik untuk pengembangan program ekonomi MEK PDM Pati setelah sebelumnya telah mendirikan layanan LAZISMU di Pati,” paparnya. (Afandi)

Foto: Ilustrasi

Shared:
Shared:
1