Yunahar: Ulama Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 23 Januari 2019 09:28 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN – Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmikan gedung asrama baru yang merupakan hasil dari MoU antara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem dengan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhamamdiyah. Gedung yang menempati tanah wakaf seluas 2000 m2 tersebut diresmikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas di Pakem, Sleman, Senin (21/1).

PUTM merupakan satu program dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melahirkan kader-kader tarjih yang mempunyai rasa khosyah (takut) kepada Allah. Memiliki pemahaman al-Quran dan sunnah, kemampuan bahasa Arab, Inggris. Serta mempunyai keshalehan yang tinggi, sehingga mereka mampu menjadi qudwah, leader organisasi, umat dan bangsa. “Kami mengucapkan terima kasih kepada munfiqin dan muhsinin karena telah mewakafkan tanahnya untuk  PUTM”, ujar Fahmi Muqaddas, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) PUTM.

Sementara itu, dalam sambutannya Yunahar Ilyas mengatakan, bahwa di PUTM itu dalam rangka untuk belajar ilmu alat supaya bisa menarik suatu hukum dari nash-nash yang ada. “Ilmu itu seperti Quran, hadis, dan bahasa, agar tidak salah dalam memahami nash. Selain itu, seorang ulama harus mempunyai rasa takut kepada Allah. Ulama bukan hanya ilmuan saja, tapi semakin dalam ilmunya semakin takut kepada Allah,” jelas Yunahar.

Selain itu, menurutnya ulama juga harus mampu hadir ditengah-tengah masyarakat, mengurusi masyarakat. “Jangan hanya di perpustakaan, dialah yang akan menjawab, membimbing, dan memberikan fatwanya. PUTM ingin mengkader dan satu tahap akan diuji di tengah-tengah masyarakat. Diuji ilmunya, hatinya, istiqomahnya, dan keberadaannya,” pungkasnya. (Syifa)

Kontributor: Arief Rakhman Aji

 

Shared:
Shared:
1