Trisula Baru Muhammadiyah Harus Terus Ditingkatkan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 15 Januari 2019 13:04 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN – Muhammadiyah sebagai gerakan yang telah banyak memprakarsai pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial harus memiliki mobilisasi dan dinamisasi yang sistematis.

Hal itu diungkapkan Hajriyanto Y Tohari dalam acara Leader Ship Training angkatan-3 yang digelar Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah bertempat di Hotel Jayakarta.

“Sesuatu yang disebut gerakan itu harus ada mobilisasi seperti infaq, shodaqoh, wakaf, massa, dan lainnya. Karena dalam kata gerakan termasuk Muhammadiyah itu memang harus terkandung didalamnya dinamisasi dan mobilisasi tapi tidak sembarang dan harus di laksanajan secara sistematis,” kata Hajriyanto.

Ia juga mengatakan dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) harus memperhitungkan banyak hal. “Dihitung sesuai potensi, dinamika, demografi kawasan, dan hal lainnya. Supaya nanti tidak gagal karena tidak sistematis,” ujarnya.

Gerakan Muhammadiyah yang dikenal dengan gerakan yang fokus pada pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial kemudian harus ditingkatkan pada trisula baru.

“Kalau trisula lama ada pendidikan, kesehatan, dan sosial. Maka trisula baru Muhammadiyah ada Lembaga Amal Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu), Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM),” jelas Hajriyanto.

Hajriyanto melanjutkan, dalam melaksanakan gerakan tersebut Muhammadiyah harus berjamaah bukan sekadar bersama-sama.

“Secara kuantitatif Muhamamdiyah memiliki banyak potensi apalagi satu-satunya organisasi yang punya PTM sebanyak 175. Trisula baru ini,  Lazismu, MDMC, MPM, kedepannya ada untuk mengokohkan filantropi orang-orang yang mencintai kebaikan kedermawanan. Sehingga memantapkan Muhammadiyah sebagai gerakan filantropi agung,” tutup Hajri. (Syifa)

Shared:
Shared:
1