MPM Bangun Optimisme Industri Kecil di Era 4.0

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 08 Januari 2019 15:56 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Mengkompromikan pemodal besar dan mendekatkan teknologi informasi sesuai dengan kepentingan rakyat kecil, menjadi tugas Muhammadiyah sebagai pembela kaum tertindas diera kekinian.

Gelombang kapiltalis besar masih menjadi isu yang masih hangat diperbincangkan hingga saat ini. Munculnya kapitalisme tentu memiliki dampak pada kelompok-kelompok indutri kecil yang dimiliki oleh kebanyakan rakyat kecil.

Seperti yang disampaikan oleh Amir Panzuri, Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Ia berpendapat, tidak selamanya rakyat pemilik usaha kecil selalu dipertentangkan dengan pemodal besar dengan cara ‘head to head’.

“Kita harus mencari alternatif lain, karena tidak selamanya menentangkan pemodal kecil dan pemodal besar secara langsung. Tentu yang kecil akan kalah dari yang besar,” ujar Amir di Acara Outlook MPM for Indonesia 2019 pada Selasa (8/1) di Meeting Room Lt.4 Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta.

Hal tersebut diharapkan perputaran ekonomi bukan hanya berada di satu pihak dan menekan pihak lain, melainkan perputaran ekonomi beredarmerata di masyarakat atau komunitas.

Mantan Ketua Asosiasi Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (APIKRI) ini mencontohkan, sudah ada beberapa daerah yang mulai mengkompromikan pemodal besar dengan pemodal kecil.

“Beberapa daerah sudah ada yang menerapkan ini, memberikan tempat bagi barang hasil produksi industri kecil untuk di jual pada toko waralaba besar,” ungkapnya.

Melihat Indonesia di 2019, Ia optimis dengan perkembangan industri kecil akan tetap bisa bersaing dan ikut andil dalam peningkatan sektor ekonomi Indonesia.

Upaya tersebut akan berhasil dengan dukungan revolusi industri 4.0, artinya kedepan diperlukan usaha pemberdayaan serta penyadaran pelaku usaha kecil untuk lebih akrab dengan media sosial yang men-cut jarak, antara penjual dan pembeli. (a'an)

Shared:
Shared:
1