MPM Sebagai Pilar Strategis Pemberdayaan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 08 Januari 2019 12:42 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Memasuki tahun politik 2019, masyarakat Indonesia harus belajar menjadi pemilih yang cerdas dan cermat. Momentum  politik ini, hendaknya jangan dijadikan bahan retorika semata, tapi menjadi ajang peningkatan kesejahteraan dan kebaikan untuk masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Nurul Yamin, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam acara “Outlook MPM for Indonesia 2019” pada Selasa (8/1) di Meeting Room Lt.4 Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta.

Yamin menuturkan, proses politik yang memakan banyak modal harusnya berakhir dengan mensejahterakan rakyat. Tapi kenyatannya, politisi seringkali menjadikan isu kesejahteraan untuk materi kampanye semata, setelah menjabat tidak diteruskan ke dalam suatu aksi nyata.

“Hal ini akhirnya berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Jalur pemberdayaan masyarakat ada dua yakni melalui jalur politik dan jalur pendampingan secara kultural. MPM masuk ke jalur kultural,” jelasnya.

MPM dalam karirnya, Yamin mengatakan, konsisten mendampingi masyarakat sekaligus melakukan pemberdayaan terhadap kelompok petani, pemulung, pedagang asongan, hingga difabel.

“Kelompok-kelompok ini adalah golongan yang termarjinalkan di struktur pemerintahan. Saat ini, rakyat miskin masih menjadi bagian dari retorika permainan politik. Kami ingin ada untuk para kelompok yang belum tersentuh oleh pemerintah. Karena MPM adalah pilar strategis Muhammadiyah dalam hal pemberdayaan,” tegasnya. (nisa)

Shared:
Shared:
1