Diamanahi sebagai Dubes RI untuk Lebanon, Hajriyanto Ingin Terus Harumkan Nama Indonesia di Lebanon

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 08 Januari 2019 11:10 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA– Eratnya hubungan antara Republik Indonesia dan Lebanon perlu terus dipelihara, apalagi Indonesia sebagai negara terdepan dalam melindungi perdamaian di Lebanon.

Demikian diungkapkan Duta Besar (Dubes) RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada, Senin (7/1/2019). Diketahui, Hajriyanto baru dilantik sebagai dubes oleh Presiden Joko Widodo (Jowowi).

“Dimana pemerintah dan rakyat Lebanon, Indonesia utu negera nomor satu dalam menjaga perdamaian. Kita memiliki pasukan perdamaian terbesar di Lebanon. Karena itu rakyat Lebanon memiliki kesan tersendiri. Nama Indonesia sangat harum di Lebanon,” demikian ungkap Hajriyanto yang juga Ketua PP Muhammadiyah ini.

Menurutnya, rakyat Lebanon begitu terkesan dan terkagum melihat keterlibatan Indonesia. Ditambah lagi, pasukan Indonesia dikenal memiliki hubungan sangat hangat dan akrab dengan masyarakat Lebanon.

“Sekarang pasukan kita bukan hanya menjaga perdamaian, tetapi sudah masuk pada tingkat pegembangan masyarakat,” katanya.

Ia mengaku terus mengikuti perkembangan keamanan di Lebanon. Diungkapkan bahwa kondisi Lebanon saat ini cukup kondusif. Sebetulnya, kata Hajriyanto, pengugasan pasukan perdamaian di bawah bendera Persyarikatan Bangsa Bangsa berakhir pada 2019. Namun, karena satu dan lain hal, maka diperpanjang kembali untuk beberapa waktu yang akan datang.

Hajriyanto menegaskan, Indonesia memegang peranan sangat besar dan signifikan. Terlebih pasukan Indonesia jumlahnya terbesar dari negara-negara yang tergabung dalam pasukan perdamaian.
“Negara lain hanya 400, 500, bahkan ada yang Cuma 150 personil. Sedangkan Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian 1.200 orang yang bertugas setiap tahun,” tegasnya.

Ditegaskan pula, Indonesia saat ini memegang peranan sangat besar dan signifikan. Pasukan Indonesia jumlahnya terbesar dari negara-negara yang tergabung dalam pasukan perdamaian. “Negara lain hanya 400, 500, bahkan ada yang cuma 150 personil. Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian 1.200 orang yang bertugas setiap tahun,” tegasnya.

Langkah pertamanya setelah dipercaya menjadi dubes Hajriyanto akan memantapkan keterlibatan Indonesia dalam upaya mewujudkan ketertiban dunia. Hal ini sesuai tujuan Indonesia dalam bernegara.

“Karenanya tugas pertama ialah mengokohkan dan memantapkan keterlibatan Indonesia secara aktif dalam mewujudkan ketertiban dunia. Di Lebanon ini, betul-betul ada keterlibatan langsung Indonesia menjaga perdamaian,” ungkapnya. (Andi)

Shared:
Shared:
1